Helo Indonesia

Berawal Dari Uang Pinjaman Hingga Kedai Tutup, Begini Perjalanan dari Perusahaan Mixue yang Akhirnya Mendunia

Jumadi - Ekonomi
Senin, 28 Agustus 2023 17:59
    Bagikan  
Mixue
screenshot of youtube

Mixue - Mixue

HELOINDONESIA.COM - Siapa yang tidak tahu dengan Mixue, kedai es krim ini menjadi viral dan bermunculan di berbagai daerah.

Produknya yaitu berbagai minuman dan es krim yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia.

Namun yang menjadi senjata dari perusahan ini adalah strategi marketing.

Layaknya minimarket, Mixue sudah menjamur sampai gerainya tersebar dimana-mana bahkan sampai ke berbagai penjuru negeri.

Mixue merupakan brand asli asal China yang berdiri sejak tahun 1997.

Perusahaan yang terkenal dengan maskot "Raja Salju" ini hadir di negeri asalnya dengan segala kesederhanaannya.

Bisnisnya dimulai saat pemiliknya masih berstatus sebagai mahasiswa.

Saat itu, Zhang Hongchao bekerja paruh waktu di toko minuman dingin untuk membantu biaya kuliahnya.

Selama bekerja di kedai tersebut, Zhang Hongchao memiliki pemikiran untuk membuka usahanya sendiri.

Kemudian pada tahun 1997, Zhang Hongchao memberanikan diri untuk memulai usahanya dengan modal meminjam uang ke neneknya untuk memulai bisnis.

Bermodalkan uang pinjaman dengan nominal 4.000 yuan atau sekitar Rp7 jutaan, untuk membangun bisnis di kampung halamannya Zhengzhou, Henan.

Disana dia menjual berbagai macam es serut, es krim, smoothie, dan teh susu.

Awal perjuangan bisnisnya tidak mudah, hingga toko pertamanya itu tutup.

Tidak menyerah dengan kegagalannya, pada tahun 1999 Zhang Hongchao membuka gerainya kembali dengan nama Mixue Bingcheng.

Ia yang semula menjual hanya es serut, es krim, dan smoothie, juga mulai menjual milk tea dan tiap harinya hanya bisa mendapatkan 100 yuan atau sekitar Rp 200 ribuan.

Rahasia keberhasilan Mixue terungkap karena memiliki harga yang sangat kompetitif bahkan menjual lebih murah dari gerai lainnya.

Contohnya, Ketika toko lain menjual es krim sekitar Rp 15 ribu, Mixue hanya menjualnya dengan Rp 9 ribu.

Dengan cara ini, Mixue berkembang semakin pesat.

Dengan menu sederhana dan harga yang murah, produk-produk Mixue banyak digandrungi oleh masyarakat terutama dari kalangan anak muda.

Hingga tahun 2022, Mixue telah membuka sekitar 20.000 outlet di China dan diluar negeri termasuk Indonesia dengan jumlah outlet Mixue sudah mencapai 10.000 lokasi.

Kini, valuasi seluruh bisnis Mixue diperkirakan mencapai US$3,17 miliar atau sekitar Rp 49,54 triliun.

Dengan ekspansi ke pasar global tentu keuntungan Mixue cukup besar dengan 30.000 gerai di China dan diluar negeri tak heran jika nilai perusahaan tersebut mencapai Rp50 triliun.