TEGAL, HELOINDONESIA.COM - Senam dan aksi tari kolosal geyol khas Tegal kembali diperagakan oleh sekitar 15.000 warga dalam gelaran bertajuk ''Geyol Mempesona Tegal Mendunia'' di Alun-Alun Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Minggu pagi 15 Februari 2026.
Wali Kota Tegal H Dedy Yon Supriyono bersama istri, Gadis Sephi Febriana, yang mengenakan pakaian adat, memimpin langsung aksi tari geyol khas Tegalan ini yang melibatkan tak hanya pelajar, unsur masyarakat, namun juga lintas perangkat OPD dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan.
Baca juga: Yayasan Kemala Bhayangkari Gelar Kemala Run 2026 di Bali
Jersey atau kostum yang dikenakan peserta pun tampak indah menyala sehingga alun-alun dari berbagai penjuru terasa lebih berwarna. Suasana di dua flying deck di alun-alun yang selama ini menjadi pedestrian yang instagramable juga begitu hidup oleh ratusan penari geyol.
Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Yon menyampaikan, acara senam dan tari geyol bersama tahun 2026 ini, sebagai wujud kebersamaan, kesehatan, dan kecintaan terhadap Kota Tegal.
''Tari geyol bukan sekadar aktivitas olahraga dan hiburan, namun kegiatan ini mencerminkan semangat hidup sehat, kreativitas budaya, serta identitas masyarakat Tegal yang energik, guyub dan penuh keceriaan,'' katanya.
Menurut wali kota, tema ''Mempesona Tegal Mendunia'' mengandung makna, bahwa Kota Tegal memiliki potensi luar biasa--baik dari sisi budaya, pariwisata, kuliner, maupun sumber daya manusianya--yang layak dikenal tak hanya tingkat nasional. tapi juga internasional.
''Melalui kegiatan positif ini, kita menunjukkan bahwa Tegal adalah kota yang sehat, kreatif, dan membanggakan,'' tandasnya.
Tetap Bugar
Sementara itu, Sekda Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan agar masyarakat Kota Tegal tetap bugar menghadapi bulan Ramadan yang tinggal menghitung hari.
''Ini upaya mengajak masyarakat agar tak mager (malas gerak). Senam dan menari bersama membuat tubuh sehat dan bugar sehingga siap saat menjalani bulan puasa nanti. Peserta kami estimasikan di atas 10 sampai 15 ribu yang meliputi ASN, unsur masyarakat, komunitas olahraga, ada pelajar juga. Prinsipnya segala lapisan masyarakat ada di sini, dari anak, remaja, dewasa ada di sini sehingga guyub dan meriah,'' katanya.
Baca juga: Laut Tenang, Nelayan Pantai Timur Labuhanmaringgai Lampung Timur Musim Cumi
Salah satu peserta tari geyol, Clarisa Nurchoirunisa yang merupakan siswa SMPN 4 Tegal, mengaku bangga bisa tampil di acara Tari Geyol Tegal bersama rekan-rekannya. Di mengaku bukan berasal dari Tegal, namun sangat menyukai budaya Kota Tegal khususnya tari Geyol.
''Saya berharap tari geyol yang unik ini dilakukan secara massal tadi benar-benar mendunia dan menjadi kebanggaan warga Tegal,'' katanya.
Rekannya, Kirana Aurel Pratista mengaku menyukai seni tari sejak SD. Dia sangat senang menari Geyol secara massal. ''Sangat seru bisa tampil bareng sama teman dan komunitas yang lain,'' tambahnya. (Aji)
