Jelang Nataru, Harga Bapokting di Pasar Tradisional Kendal Naik

Senin, 23 Desember 2024 19:32
Pedagang bahan pokok penting saat menjual dagangannya di pasar tradisional di Kendal

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Jelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), harga sejumlah bahan pokok penting (bapokting) di pasar tradisional Kabupaten Kendal mengalami kenaikan.

Kenaikan harga bapokting menjelang Nataru ini memang sering terjadi. Hal ini lantaran disebabkan karena meningkatnya jumlah permintaan dan terbatasnya pasokan dari luar daerah.

Selain itu, faktor seperti cuaca buruk, kendala distribusi, meningkatnya biaya logistik maupun kenaikan harga dari produsen juga menjadi penyebab naiknya harga bapokting.

Bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging, dan sayur-mayur menjadi komoditas yang paling sering terdampak.

Baca juga: Kemendagri Dorong Pemda Bantu Optimalkan Hasil Panen untuk Kendalikan Harga Pangan

Pedagang di Pasar Tradisonal Kendal, Janah menyebutkan, beras mengalami lonjakan harga, untuk beras jenis premium dari harga Rp 345 ribu per-zak ukuran 25 kilogram naik jadi 350 ribu. Sedangkan untuk jenis medium dari harga Rp 310 naik menjadi Rp 315 ribu per zak.

Ia menambahkan, lonjakan tinggi juga terjadi pada komoditas pertanian seperti cabai merah dari harga Rp 35 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram, cabai rawit galak dari harga Rp 35 ribu menjadi Rp 60 ribu, cabai merah besar dari Rp 40 ribu naik menjadi Rp 60 ribu.

"Kemudian bawang merah dari Rp 35 ribu naik jadi Rp 40 ribu per kilogram, bawang putih dari harga Rp 38 ribu naik jadi Rp 45 ribu, telur ayam dari harga 27 ribu naik jadi Rp 32 ribu per kilogram, minyak goreng kemasan dari Rp 17 ribu naik jadi Rp 20 ribu," terangnya.

Omzet Menurun

Janah mengaku, kenaikan harga sejumlah bapokting ini justru menyebabkan omzet yang didapatnya menurun, karena banyak pembeli yang mengurangi jumlah pembelian.

Sementara, salah seorang pembeli sayuran, Saipul yang sehari-hari berjualan gorengan mengatakan, kenaikan sayuran dan bumbu dapur ini membuatnya harus mengambil inisiatif untuk mengurangi jumlah pembelian.

"Ya untuk menyiasati belinya dikurangi agar bisa untuk beli yang lainya. Selain itu juga ukuran gorengan yang kita jual juga dikurangi sedikit sehingga pembeli tidak komplain," ungkapnya.(Anik)

Berita Terkini