LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -----— Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani, disitat ulang Rabu (5/2/2025), mengafirmasi program luncuran Juli 2023: APINDO UMKM Merdeka (AUM), program kerja unggulan asosiasi ini periode 2023-2028, terus mengaum.
APINDO mencatat, beberapa dampak positif program ini untuk konsisten memberdayakan UMKM melalui pendekatan pentaheliks plus. Dimana hingga kini, program telah melibatkan 17 Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO dan 269 perguruan tinggi negeri/swasta, menggerakkan 1.099 mahasiswa dampingi UMKM, dan memberdayakan ratusan UMKM anggota mitra binaan se-Indonesia.
"Melalui APINDO UMKM Merdeka, kami memperkuat peran UMKM dengan melibatkan 269 perguruan tinggi dan 1.099 mahasiswa di seluruh Indonesia," keterangan media, ketua umum perempuan pertama asosiasi dirian 31 Januari 1952 ini, kali ini disela taja perayaan sederhana HUT ke-73 APINDO di Jakarta pada 31 Januari lalu, yang mengusung tema 'Tumbuh Bersama, Berdaya Bersama', untuk penciptaan iklim usaha yang kondusif.
APINDO menegaskan pula pentingnya sinergi dunia kerja, dunia usaha dunia industri (DUDI), dengan dunia pendidikan yang menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem guna menghasilkan sumber daya manusia kompeten dan siap hadapi tantangan industri.
Untuk itu, pada masa kepemimpinan Shinta Widjaja Kamdani, APINDO punya satu bidang khusus: Bidang Pendidikan APINDO yang diharap mampu mengurai bentang kendala di bidang pendidikan, khususnya problem klasik mismatch guna selaraskan keahlian lulusan dengan kebutuhan dunia usaha.
"Pendekatan pentaheliks APINDO UMKM Merdeka melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media, untuk pertumbuhan UMKM yang berkontribusi 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) melalui lebih dari 66 juta unit usaha dan berperan vital dalam penciptaan lapangan kerja dan ekonomi lokal," ujar Shinta.
“Perjalanan panjang APINDO sejak didirikan tahun 1952 merupakan bukti nyata semangat kolaborasi dan adaptasi menghadapi tantangan zaman. 73 tahun merupakan milestone penting dimana dunia usaha konsisten mendukung menguatkan UMKM untuk Indonesia yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing global," poin lain pidato Shinta.
APINDO lahir dengan visi mulia, menciptakan ekosistem bisnis yang tak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
"UMKM merupakan fokus strategis kami karena sektor ini merupakan pendorong ekonomi nasional,” tandas Shinta.
HUT ke-73, menjadi momentum APINDO untuk berkontribusi konsisten membangun ekonomi nasional yang inklusif, berdaya saing global, sekaligus refleksi tantangan dan perbaikan.
Bos Sintesa Group ini, yang ditunjuk Sekjen PBB Antonio Guterres menjadi Co-Chair of Global Investor for Sustainable Development (GISD) Alliance 2023-2025, dampingi Ketua GISD Alliance Group, Jose Vinals (Chairman Standard Chartered) di forum tahunan ke-5, aliansi mitra investor finansial non finansial global bentukan PBB sebagai provider solusi peningkatan pendanaan global yang mampu menutup kesenjangan pembiayaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) ini bilang,
APINDO melihat tantangan kesenjangan UMKM masih memiliki tantangan besar dalam tatanan ekonomi global.
"APINDO melihat ada empat tantangan kesenjangan dalam UMKM yaitu tantangan dalam tatanan ekonomi global, dimana keterlibatan UMKM Indonesia dalam rantai pasok global masih hanya 4,1 persen dan jauh tertinggal dari Vietnam sebesar 24 persen, dan Singapura 41 persen," beber Shinta.
Tantangan lain, "UMKM Indonesia belum memaksimalkan potensinya, dilihat dari baru menyumbang 15,7 persen dari total ekspor nasional. Selain itu juga, survei APINDO menunjukan 51 persen UMKM menghadapi kesulitan modal dan hanya 9 persen yang memiliki akses teknologi memadai," bebernya.
“Empat kesenjangan ini adalah tantangan struktural yang harus kita atasi bersama. Dibutuhkan inovasi dan kerja sama lintas sektor untuk membawa UMKM ke tingkat yang lebih tinggi,” injeksinyi.
Seperti dilaporkan kontributor Helo Indonesia, Muzzamil, yang juga pengurus Bidang Media dan Publikasi DPP APINDO Lampung, dalam perayaan HUT ke-73, APINDO memberikan penghargaan ke para pelaku terbaik program APINDO UMKM Merdeka, termasuk kategori UMKM unggulan, mentor, mahasiswa, dan DPP APINDO berprestasi.
Ketua DPP APINDO Lampung Ary Meizari Alfian, ketua periode 2021-2026, pemrakarsa program APINDO UMKM Merdeka yang lantas diadopsi menjadi program nasional APINDO, termasuk bagian penerima penghargaan.
“Keberhasilan program APINDO UMKM Merdeka ini menunjukkan, kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk mengubah tantangan menjadi peluang,” kunci Shinta.
Adapun, Ketua Bidang UMKM APINDO, Ronald Walla dalam kesempatan ini menambahkan, pogram APINDO UMKM Merdeka hadir sebagai solusi inovatif bagi UMKM dalam meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bisnis melalui kolaborasi dengan akademisi, industri, dan pemerintah. Dengan usung konsep laboratorium bisnis, program ini berikan pendampingan langsung, edukasi dan akses ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
"Keberhasilan program ini terlihat dari dampak luasnya, termasuk digitalisasi pemasaran bagi lebih dari 50 ribu UMKM serta peningkatan literasi keuangan digital bagi lebih dari 13 ribu pelaku usaha," imbuh bos Wismilak Group ini, selain itu program AUM berkontribusi pada penguatan rantai pasok domestik dan penciptaan lapangan kerja yang lebih inklusif.
“Kedepan, program ini berupaya memperkuat sinergi lintas sektor serta membuka peluang akses pasar lebih luas bagi UMKM di tingkat nasional maupun global,” kata Ronald.
Informasi, HUT ke-73 APINDO juga ditandai sinergi APINDO perkuat UMKM melalui sinergi lintas sektor. Selain pengurus DPN dan DPP APINDO se-Indonesia, mitra program AUM, utusan aneka industri, pelaku UMKM dan media massa, hadir Menteri UMKM Maman Abdurrahman, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengapresiasi APINDO telah mendukung visi Kementerian UMKM sehingga tercapai. Maman mendorong kolaborasi pemerintah dan APINDO demi peningkatan UMKM.
"Saat ini, terjadi disconnectivity antara UMKM dan industri besar akibat belum terbentuknya rantai pasok yang terintegrasi. Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk mendorong terciptanya kepastian kontrak bisnis antara UMKM dan perusahaan besar. Kontrak ini harus berbasis skema saling menguntungkan, sehingga UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan, memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional," petikan pidato Maman, politisi beringin ini.
Mendiktisaintek Satryo S. Brodjonegoro menegaskan dalam sambutan kuncinya, perguruan tinggi harus berperan aktif ciptakan dampak positif bagi masyarakat.
"Kampus tidak boleh menjadi menara gading yang terisolasi dari realitas sosial, melainkan harus menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata," tegas dia.
"Kebermanfaatan perguruan tinggi merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat. Setiap elemen akademik, baik dosen maupun mahasiswa, perlu diberikan ruang untuk berkarya sesuai keahlian dan minat mereka," intensinya.
Sudah Tahun 2025, Ayo Gabung APINDO
Semirip Pak RT, 1 x 24 jam setiap saat setiap waktu, APINDO juga terus membuka diri bagi para pengusaha, perusahaan dan badan usaha, serta pelaku UMKM dan IKM, maupun asosiasi profesi usaha bisnis sejenis maupun aneka usaha, lintas genre lintas aktor lintas sektor (APINDO menyebutnya Mitra APINDO), yang berminat bergabung menjadi anggota.
"Banyak gunanya, menjadi bagian kekuatan penggerak pemberdaya atau driving and empowering force iklim usaha bisnis sekaligus perluas jejaring usaha bisnis," endorse Ketua DPP APINDO Lampung Ary Meizari Alfian.
Cara daftarnya bisa via daring cukup mudah, dengan mengakses tautan pranala situs resmi https://apindo.or.id/membership/alb-register, dan ikuti seluruh petunjuk praktisnya di sana.
Di Lampung, provinsi bertumbuh spektakuler dalam percaturan ekonomi nasional, berdasar pemutakhiran data direktori BPS Lampung; berkomposisi 374 perusahaan industri besar dan sedang (IBS) stelsel aktif, meliputi 238 perusahaan tunggal, 88 perusahaan pabrik atau unit produksi, dan 45 perusahaan kantor pusat dan berkegiatan produksi ini.
DPP APINDO Lampung berkantor di Gedung Darmapala, Jl Pagar Alam Nomor 61 (Gang PU) Kedaton, Bandarlampung. Narahubung korespondensi, Haryanto di 082379813934.
"Tidak ada satu negara yang benar-benar hidup jika tidak ada seperti kuali yang mendidih, jika tidak ada benturan keyakinan di dalamnya," bunyi satu quotes Bung Karno.
Dari itu, berjibaku ambil bagian, demi untuk tidak kejadian, 'didalam keramaian aku merasa sepi', bergabung dengan asosiasi profesi usaha -termasuk APINDO, adalah keputusan brilian. Prikitiw! (Muzzamil)