CPO PTPN 4 Bekri Tumpah Berton-ton ke Drainase Kebun, Warga Kumpulkan Jadi Cuan Jutaan

Kamis, 16 Juli 2026 21:05
Bekas endapan CPO warna kuning di siring perkebunan warga yang keluar dari balik tembok pengolahan sawit milik PTPN Bekrie. HELO LAMPUNG

LAMTENG, HELOINDONESIA.COM -- Crude palm oil (CPO) milik PTPN 4 Regional 7 Bekri menggelontor berton-ton ke drainase kebun warga hingga ke sungai Way Tipo di Kecamatan Bekri, Kabupaten Lampung Tengah. Warga sekitar mengumpulkanya dari ratusan ribu kilogram hingga satu ton lebih.

Diperkirakan, ada empat ton CPO yang keluar komplek pabrik pengolahan minyak sawit. Isu yang beredar, diduga, ada unsur kesengajaan oleh petugas pabrik milik pemerintah tersebut karena setiap rangki penampungan CPO selalu ada petugas jaganya.

Dari dalam tembok itu, CPO luber ke perkebunan warga. 

Beberapa tahun lalu, hal serupa pernah terjadi. Kejadiannya dua pekan lalu, Selasa (30/7/2026), pukul 08.00 WIB minyak mentah tersebut meluber ke bak penampungan limbah untuk kemudian baru keluar komplek pabrik ke perairan umum.

"Saya sampai mendapatkan 1,5 ton lalu dijualnya bebas ke agen-agen penampungan CPO," ujar seorang warga yang tak mau disebutkan identitasnya. Warga lainnya mengaku dibantu keluarga berhasil mengumpulkan CPO kwintalan.

Harga jual CPO Rp5 ribu sampai Rp6 ribu per kilogram. "Lumayanlah," ujar seorang warga lainnya yang minta identitasnya dirahasiakan kepada Heloindonesia, Rabu (16/07/26)

Kini, yang tersisa bekas tumpahan CPO yang berwarna kuning kental di parit. Warga sempat memviralkan kejadian ini.

Humas PTPN 4 Regional 7 Bekri, Heri Susanto ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp mengajak ketemu wartawan. Ketika ditanya adanya dugaan unsur kesengajaan, bocornya limbah CPO, Hery Susanto tidak meresponnya. (Zen Sunarto)

Berita Terkini