GPL dan BEM Malahayati *Pesta Babi* di Kibara Aceh, 16 Mei 2026

Kamis, 14 Mei 2026 11:01
Poster Diskusi dan Bedah Film Pesta Babi di Universitas Malahayati (Helo Indonesia) HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Gerakan Pemuda Lampung (GPL) gandeng BEM Malahayati menggelar "Diskusi dan Bedah Film Pesta Babi" di Kibara Aceh, lingkungan kampus setempat, Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 18.10 WIB.

"Alhamdulillah persiapan kegiatan sudah menuju final, termasuk kehadiran lima dari tujuh pemantik diskusi," kata Ketua Penyelenggara Kegiatan, Muhammad Yasir Setiawan, Kamis (14/5/2026).

Mereka adalah Direktur Eksekutif WALHI Lampung Irfan Tri Musri, pemerhati lingkungan M. Arif Sanjaya Tuan, pemerhati adat Bangsorayo Sakti Negara, dan dosen Teknik Lingkungan Universitas Malahayati Mokhram Ari Arbi, serta Ketua Aliansi Jurnalis Independen Bandarlampung Dian Wahyu Kusuma.

Panitia masih melakukan konfirmasi kepada sejumlah pihak sebagai pemantik diskusi "Selain kelima nama tadi, kami juga masih menunggu konfirmasi kesediaan dari beberapa pihak yang sudah kami hubungi langsung untuk menjadi pemantik diskusi," kata Yasir Setiawan.

Mereka dari kalangan politikus khususnya anggota DPR atau DPD atau bahkan pemerintahan, gubernur, wali kota, bupati, serta praktisi hukum.

Untuk peserta, kata penggiat kemanusiaan ini lewat rilisnya kepada Heloindonesia.com, jumlah peserta terkonfirmasi terus bertambah untuk ikut dialog lintas generasi, mahasiswa, pelajar dan masyarakat.

Dalam dialog, menurutnya, materi pembahasan terkait isu-isu sosial, lingkungan hidup, kebebasan berekspresi, hingga suara kelompok masyarakat yng selama ini dinilai kerap terpinggirkan.

Yasir menyampaikan harapan dari giat "Diskusi dan Bedah Film ini Pesta Babi" bisa menjadi pemantik kesadaran publik terhadap berbagai persoalan sosial dan lingkungan melalui pendekatan seni dan sinema yang dapat diterima semua kalangan.

Artinya, katanya, ini adalah edukasi lintas generasi. Dia berharap kegiatan ini menjadi ruang edukasi publik yang sehat dan terbuka, sekaligus memperkuat budaya literasi, diskusi, dan kepedulian sosial di kalangan masyarakat, pelajar, dan civitas akademik.

BEM MALAHAYATI

Presiden BEM Universitas Malahayati Muhammad Kamal menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada film Pesta Babi yang dinilai mengambil langkah berani demi keberlangsungan lingkungan hidup untuk saat ini dan generasi yang akan datang.

Film Pesta Babi adalah sebuah karya anak bangsa yang harusnya kita apresiasi, karena berani mengangkat isu yang mungkin saat ini menjadi pro kontra di masyarakat.

Sebagian mengatakan ini demi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tapi sebagian lain mengatakan, siapa yang menikmati siapa yang terdampak?

"Kami juga menegaskan bahwa film Pesta Babi bukanlah karya yang bermaksud menyinggung suku, agama, ras, maupun golongan tertentu. Film ini pada dasarnya menggambarkan kondisi dan realitas lingkungan hidup di Indonesia yang perlu menjadi perhatian bersama," katanya.

Melalui kegiatan ini, dia mengajak seluruh pemuda untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga, melestarikan, dan memelihara lingkungan hidup demi keberlanjutan generasi mendatang. (Rls/HBM)

Berita Terkini