HELOINDONESIA.COM - Mengapa rumah yang di biarkan kosong dalam kurun waktu yang lama sering dianggap rumah berhantu? Apakah karena warga sekitar sering melihat kejadian mistis, aneh, serta gaib sehingga menjadi sebuah kisah misteri.
Kali ini cerita datang dari tim penelusuran fenomena mistis Lihat Kanan Kiri (LKK). Dalam sesi live yang disiarkan melalui platform digital youtube beberapa waktu yang lalu, tim menyambangi rumah kosong tak berpenghuni puluhan tahun di kawasan yang disebut-sebut menyimpan energi gaib kuat.
Pengalaman ini menguak cerita mistis yang melibatkan kerasukan, sosok penunggu, dan ritual tak terduga.
Tim Lihat Kanan Kiri memulai penelusuran di rumah kosong bekas kontrakan konveksi yang telah lama ditinggalkan. Menurut cerita warga, penghuni terakhir rumah ini pindah ke luar negeri, meninggalkan bangunan tanpa perawatan. Saat memasuki lokasi, tim langsung merasakan aura mistis yang pekat.
Salah satu crew tim Lihat Kanan Kiri, Boy menceritakan pengalaman pertamanya terlibat dalam penelusuran. "Saya deg-degan, apalagi rumah ini dekat dengan tempat tinggal saya. Tapi rasa penasaran mengalahkan ketakutan," ujarnya.
Saat penelusuran berlangsung tiba-tiba Boy juga mengalami gejala aneh, mulai dari seluruh tubuh mengalami panas, pandangan terbelah, dan tiba-tiba berbicara bahasa Bali tanpa sadar.
Tim Lihat Kanan Kiri mencatat ucapan yang diucapkan yakni, "Shampo nang skadi, genahe ponike", yang diduga sebagai peringatan dari sosok gaib.
Ustadz Syafiq yang ikut dalam penelusuran menjelaskan, sosok yang mengganggu Boy adalah penari Bali yang dahulu menempati lahan di depan rumah. "Ada energi kuat dari arah kebun. Sosok itu tidak suka lokasi ini diusik," terangnya.
Di dalam rumah, tim menemui ruangan dengan energi negatif kuat, terutama di area kamar mandi belakang. Ustadz Syafiq menyebut ruangan tersebut "terlalu berbahaya" untuk dibuka.
Usai kejadian, beberapa anggota tim mengaku lemas dan mual selama dua hari. Bahkan Boy harus diurut untuk menghilangkan rasa berat di tubuh.
Meski mengalami kejadian mengerikan, Tim Lihat Kanan Kiri akan melanjutkan ekspedisi ke lokasi lain, seperti Goa Jepang di Bandung dan kawasan Subang.
Penonton yang ingin menyaksikan rekaman lengkap penelusuran dapat menontonnya langsung di kanal YouTube Lihat Kanan Kiri.
