JAKARTA, HELOINDONESIA.COM -- Anggota IV Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Haerul Saleh (44) tewas akibat kebakaran di lantai empat rumah mewahnya, Jl. TB Simatupang, Tanjungbarat, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026), pukul 07.45 WIB.
Menurut ART-nya, kebakaran begitu cepat saat korban sedang mengawasi renovasi ruang kerjanya. Diduga, kebakarah berawal dari tiner (thinner) bekas yang tersulut api hingga menghanguskan 80 persen ruang kerjanya.
"Ya, sementara 80-anlah ya, atas ya terlihat di atas ya, atas ruang kerja beliau ya," kata Kapolres Jakarta Selatan I Putu Yuni Setiawan kepada wartawan di lokasi kejadian.
Polisi masih melakukan olah TKP untuk menguak penyebab kebakaran. Saat kejadian, ada empat orang yang berada di tempat kejadian perkara (TKP). Tiga orang lain selamat.
Almarhum menjabat sebagai anggota IV BPK sejak April 2022. Pimpinan dan segenap keluarga besar BPK juga menyampaikan penghormatan atas pengabdian Haerul Saleh semasa menjabat.
Jenazahnya disemayamkan di rumah duka sebelum dibawa untuk dimakamkan di Kolaka, Sulawesi Tenggara. "Semoga Almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya," tulis BPK.
Haerul Saleh lahir di Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada 12 Agustus 1981. Ia merupakan politikus Partai Gerindra yang kemudian dipercaya menjabat sebagai Anggota BPK RI sejak 19 April 2022.
Sebelum masuk ke lembaga auditor negara tersebut, Haerul lebih dulu berkarier di dunia politik sebagai anggota DPR RI. Ia duduk di Komisi XI DPR yang membidangi keuangan dan perbankan.
Haerul sempat menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019, lalu kembali masuk parlemen melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) pada 2020 hingga 2022 menggantikan Imran yang meninggal dunia. Selama di DPR, ia mewakili daerah pemilihan Sulawesi Tenggara.
Selain berkiprah di politik, Haerul juga aktif di sejumlah organisasi. Ia pernah menjabat Ketua Bidang Keuangan DPP Partai Gerindra periode 2015-2020 dan kemudian menjadi Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi DPP Partai Gerindra sejak 2020.
Di luar organisasi politik, Haerul tercatat pernah aktif di KNPI Kabupaten Kolaka, HIPMI Sulawesi Tenggara, hingga menjadi Sekretaris Jenderal DPP Pemuda Tani Indonesia.
Dari sisi pendidikan, Haerul mengawali sekolah di SD Negeri 9 Kolaka sebelum melanjutkan pendidikan di Pesantren IMMIM Ujung Pandang dan SMA Hasrati Kendari. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan S1 Hukum di Universitas Satria pada 2008.
Sebelum aktif di parlemen, Haerul juga memiliki pengalaman di dunia usaha. Ia pernah menjabat Direktur Utama PT Kolaka Inti Karya, Direktur Utama Masalle Group, hingga Komisaris Utama PT Kolaka Inti Perkasa. (HBM)
