Selamat Jalan Diding Boneng, Jejak Panjang Dedikasinya di Film dan Sinetron

Selasa, 4 Agustus 2026 22:46
Boneng, Selamat Jalan. HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un. Dunia tawa dan sineas Indonesia berduka. Aktor komedi Zainal Abidin Zetta alias Diding Bonéng, yang dikenal berkat peran kocak kadang absurd tetap saja biang ngakak di sejumlah film dan sinetron termasuk Warkop DKI, dikabarkan wafat di kediaman pribadi warisan keluarganya, di gang sempit Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026) pukul 6.04 WIB.

Aktor berdarah Betawi kelahiran Jakarta, 3 Maret 1950, duda anak lima ini menghembuskan napas terakhirnya disaksikan keluarga, di tengah sakit stroke yang dideritanya. Almarhum berpulang usai berjuang melawan penurunan kondisi kesehatan beberapa tahun belakangan.

Pernah disergap asma sepulang 80 hari nonstop syuting film yang pengambilan adegannya kebanyakan malam hari di area hutan beberapa tahun lalu, almarhum diketahui lalu terserang stroke. Terakhir usai sepulangnya dari 10 hari dirawat intensif di RSUD Tarakan, Jakarta lantas selama di rumah tak bisa diam dan berkeinginan kuat pergi ke tempat favorit di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta tapi keluarga terpaksa melarang sebab kondisi fisiknya amat lemah.

Tiga hari jelang ajal menjemput, kondisinya pun semakin memburuk hingga membuatnya tak bisa untuk sekadar bersenda gurau dengan keluarga yang setia mendampingi. "Udah gak bisa ngomong, udah kelu lidahnya karena stroke kan ketarik lidahnya," tutur Zainal Arifin, adik mendiang, saat menjawab pers di hari duka.

Senin (2/8/2026) malam, keluarga panik dan berkumpul di rumah itu mendapati Diding Bonéng mengeluhkan napas tersengal. Dari Tuhan Ilahi Rabbi, itu seperti sinyal. Diding Bonéng pun akhirnya mendapat giliran jadwal. Keluarga dengan tegar menyatakan Diding Bonéng meninggal. Dia wafat di usia cukup senja 76 tahun. Jenazahnya pun telah dikubur di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Selasa.

Sebelum wafat, nama almarhum sempat kembali viral akhir Desember 2025 lewat. Saat, rumahnya dilaporkan rusak gegara atapnya ambruk usai diguyur hujan beberapa hari . Bangunannya kelewat tua. Dia lantas ngungsi di kantor RW setempat. Sebelum akhirnya tinggal sementara di rumah bekas milik komedian cum senator Jabar pencetak sejarah peserta Pemilu DPD RI dengan perolehan suara tertinggi nasional 5.399.699 suara pada 2024: Alfiansyah Komeng, sambil menanti rehab rumah beres. Kini layak huni kembali.

Selaku pribadi, junior, sesama pekerja seni, maupun selaku pegiat organisasi profesi pelawak dan seniman komedi Tanah Air: Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI), yang bertujuan melindungi, melestarikan, dan memajukan kesejahteraan dan profesionalisme seniman komedi, serta termasuk pengusul dan pejuang penetapan tanggal lahir Bing Slamet 27 September sebagai Hari Komedi Nasional yang resmi ditetapkan 2025 lalu, kini dipimpin Jarwo Kwat, ketua umum 2022–2026. Komeng tergerak menolong.

Bersama sejumlah tokoh, lembaga politik dan lembaga kemanusiaan, mulai dari politisi PKS Hidayat Nur Wahid, Walikota Jakarta Pusat, BAZNAS, BAZIS, PMI, Sekretariat Jenderal DPR, Sekretariat Jenderal MPR, hingga donatur terbanyak Rp50 juta, Raffi Ahmad.

“Alhamdulillah ini juga doa, keinginan banyak orang. Rumah Boneng sudah selesai direnovasi,” tutur Zainal Wahyudin, adik mendiang lainnya kepada media, disela pemakaman.

Bernama keren Zainal Abidin Zetta, namun gegara nama tokoh penjahat bernama Bonéng.yang dia perankan dalam drama serial televisi legendaris, Rumah Masa Depan di TVRI tayang Minggu siang dua pekan sekali kurun 1984–1986 lalu menasbihkannya menjadi dikenal disapa demikian hingga melekat di benak masyarakat Indonesia lantas menjadi "temukenali atau sebutan tidak resmi" bagi sesiapapun yang secara fisik dikaruniai susunan gigi tonggos, gegara kesuksesan akting prima almarhum.

Penelusuran, nama tokoh Bonéng ini pemberian Ali Shahab, penulis skenario, produser sutradara serial yang berkisah kebersahajaan kehidupan keluarga pedesaan berlatar Desa Cibeureum, Tasikmalaya, Jawa Barat. Saking legendarisnya, serial yang dibintangi Deddy Sutomo, Aminah Cendrakasih, S. Bono, dan Septian Dwi Cahyo ini (acap disebut sinetron pertama di Indonesia) sampai diadaptasi ke layar lebar oleh Mizan Pictures dan Max Pictures, disutradarai Danial Rifki, diaktori Fedi Nuril, Laura Basuki, Bima Azriel, Ciara Brosnan, dan Widyawati, berjudul sama rilis 7 Desember 2023.

Pun hingga kini kita pun lebih mengenal Zainal Abidin Zetta, pria yang semasa hidup dikenal pula dan kini turut dikenang sebagai sosok bintang jenaka ringan tangan tapi terkenal disiplin ini sebagai Diding Bonéng. Bahkan Bonéng saja.

Dia meniti karier keaktorannya sejak 1973 saat dia genap 23 tahun, lewat bermacam pementasan teater di mana dia juga langganan juara festival teater remaja masa itu. Hoki Diding muda menular jua kemudian.

Tak jarang dia turut berjasa mengantarkan rekan aktor satu teater menjadi juara juga. Keaktifannya berteater antara lain bersama Sanggar Perkasa tempat dia mengajar dan bergiat dirikan komunitas teater seperti di Jakarta Timur, masih dia lakoni bahkan hingga saat dirinya telah sakit-sakitan jelang akhir hayat.

Dengan dua kurun linimasa karier keaktorannya, yakni karier teater periode 1973–2026 yang dia genapi dengan sukses karier film dan sinetron di periode 1983–2026, larung kabar wafatnya Diding Bonéng menjadi hari berkabung tawa. Di rumah duka hingga liang lahat, sosok Diding Bonéng yang dipanuti, jasadnya mendapat kiriman khidmat doa terpanjat serta penghormatan terakhir dari banyak sesama umat.

Usai Tiga Dara Mencari Cinta (1980) jadi film perdananya, makin ngetop saat turut membintangi Rumah Masa Depan, dari situ dia turut adu akting di film Catatan Si Boy I (1987), Siapa Menabur Benci akan Menuai Bencana, dan Catatan Si Boy II (1988). Plus lima sekaligus tahun yang sama, Kanan Kiri OK, Bercinta dalam Mimpi, Si Gobang II: Jago-Jago Bayaran, Giliran Saya Mana, dan Catatan Si Boy III (1989).

Sadar fisiologis, sadar Tuhan menganugerahinya bentuk fisik khas yang bikin dia dikenal dengan nama Bonéng, dan justru buat dia makin ngetop lagi usai menjadi langganan peran figuran karakter jenaka di beberapa film bareng grup lawak Warung Kopi Dono Kasino Indro (Warkop DKI).

Dari Godain Kita Dong (1989), sebagai Diding di film Lupa Aturan Main, lalu di film Mana Bisa Tahan (1990), Bebas Aturan Main, sebagai komandan satpam gadungan yang ternyata pasien rumah sakit jiwa di Bisa Naik Bisa Turun, dan Sudah Pasti Tahan (1991), Masuk Kena Keluar Kena (1992), Bagi-Bagi Dong (1993), sampai Pencet Sana Pencet Sini (1994).

Tahun 1990 menjadi tahun rekam jejak spektakuler Diding terbanyak main film. Totalnya 12, dua bareng Warkop DKI, lainnya Gampang Gampang Susah, Kanan Kiri OK II, Kanan Kiri OK III, Makelar Kodok Untung Besar, sebagai Maling di Curi-Curi Kesempatan, Antri Dong!, Isabella, Gonta-ganti, Kepingin Sih Kepingin, dan Suamiku Sayang...

Tahun berikut-berikutnya, Diding turut berakting dalam film Ini Rindu (1991), Salah Pencet (1992), serta sejumlah peran figuran antara lain di film dibintangi Dorce Gamalama dan peran cameo lainnya. Setelahnya, setelah seturut lainnya mencoba peruntungan berakting sinetron seiring booming kehadiran TV swasta saat itu yang bak ajian 'semar mesem' turut memengaruhi pasang surut dunia layar lebar serta meredupkan popularitas bioskop dan juga layar tancap di Tanah Air dari perhatian penikmat film.

Kemunculan Diding Bonéng memerankan Bos Rambo di film Ngebut Kawin, juga penumpang bau jengkol di Kabayan Jadi Milyuner (2010) laju jadi penawar rindu penggemar.

Pun empat hingga dua warsa silam, saat publik bioskop juga dikejutkan akting jos dia memerankan Mbah Buyut dalam film KKN di Desa Penari (2022), disusul sama kaget sama ngakak-nya demi menonton akting Diding menjadi tokoh senada di film Badarawuhi di Desa Penari, dan sebagai Ki Samber Jiwo di The Torture: Beranak dalam Kubur, di 2024.

Di jagat sinema layar kaca, setelah absen sejak 1986, Diding
Bonéng berkesempatan kembali main sinetron, serial TV (seturut berperan sebagai Bonéng banyak versi) antara lain di sinetron Gara-Gara (1992), Ada Ada Saja (1993), Mody Juragan Kost (1995), Warkop DKI (1996), Hantu Sok Usil (1997), dan Saras 008 (1998).

Sesudahnya, tiga tahun lamanya dia memerankan Jarwo di serial Panji Manusia Millenium medio 1999–2001. Sempat menjadi model video klip lagu "Ancur" milik Iwan Fals pada 2003, akting Diding Bonéng menjadi Pak Joni di Matahari Tertawa (2005) sukses pula undang gelak tawa.

Di TPU Menteng Pulo, satu liang lahat dengan jasad sang mendiang istri —sesuai permintaan putri bontot almarhum, jenazah Diding Bonéng sang aktor watak, kini berkebumi.

Di antara ratusan kawat duka, terpercik satu di antaranya, ucapan belasungkawa terdalam dari satu-satunya yang tersisa dari trio personil Warkop DKI nan masih hidup, Indro.

"Selamat jalan Diding Bonéng (Zainal Abidin). Semoga Allah SWT terima semua amal ibadahnya dan almarhum ditempatkan di tempat terbaik-Nya. Aamiin," takzim Indro.

Selamat jalan, Opa Diding Bonéng. Senada Bing Slamet, S. Bagio, Benyamin Sueb, Bokir, asal Lampung HIM Damsyik "Datuk Maringgih", Ade Namnung, Babe Cabita, Budi Anduk, Djuhri "Jojon" Masdjan, Dorce, Hendrik Ceper, Laila Sari, Mpok Alfa, Mpok Nori, Olga, Omas, Pak Tile, Taufik Savalas, Nanu, Dono, Kasino (Warkop DKI), geng Srimulat seperti Asmuni, Basuki, Eko Ndaru Djumadi Koeswoyo (Eko DJ), Gépéng, Mamiek, Polo, Timbul, dan mendiang pendahulu lainnya. Jejak digital aktingmu; tetap lucu mentéréng. (Muzzamil)

Berita Terkini