Rudi Gaul: GBRAN Jatim Fasilitasi Sekolah Gratis untuk Anak Papua

Selasa, 4 Agustus 2026 15:25
Fasilitasi anak Papua bersoeklah di Jawa Timur Liputan

HELOINDONESIA.COM -Pendidikan di Indonesia hingga kini masih menghadapi tantangan serius, terutama di wilayah Indonesia Timur. Di sejumlah daerah, akses terhadap sekolah yang layak, fasilitas pendidikan yang memadai, hingga kesempatan melanjutkan pendidikan menengah masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya teratasi.

Ketimpangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil membuat sebagian anak bangsa belum dapat menikmati hak dasar mereka secara setara.

Ketua DPD Gerakan Berani Nusantara (GBRAN) Jawa Timur, Rudi Gaul, menyoroti langsung kondisi tersebut setelah melakukan kunjungan ke beberapa provinsi di Indonesia. Menurutnya, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak fasilitas pendidikan yang belum memenuhi standar kelayakan.

Baca juga: Anggrek Indonesia Mendunia, Rudy Mintarto: Pemerintah Sia-siakan Potensi Ekonomi

“Kami melihat bahwa pendidikan ini merupakan hak dasar setiap anak di Indonesia. Sehingga siapapun anak-anak bangsa, anak-anak Pertiwi berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Rudi.

Ia mengaku menemukan banyak anak yang tidak bersekolah karena berbagai keterbatasan, baik fasilitas, biaya, maupun akses pendidikan. Kondisi itu mendorong GBRAN untuk mencari solusi nyata melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan.

Salah satu langkah konkret dilakukan dengan menjalin komunikasi bersama SMK Analisis Kesehatan di Jember. Dari kerja sama tersebut, GBRAN memperoleh kuota 100 siswa yang dapat bersekolah tanpa dipungut uang gedung maupun SPP.

Baca juga: Abdul Majid: Forum Global Disability Summit Momentum Penguatan Inklusif Indonesia

“Bahkan seragam pun gratis, bahkan disiapkan mess gratis di sana,” kata Rudi.

Tidak hanya itu, sekolah juga memberikan alternatif pembelajaran daring bagi orang tua yang tidak mengizinkan anaknya tinggal di asrama. Menurut Rudi, fasilitas tersebut diharapkan menghilangkan alasan ekonomi yang sering menjadi penghambat anak untuk melanjutkan pendidikan.

Program ini kemudian disosialisasikan ke seluruh jaringan Gerakan Berani Nusantara, termasuk DPD dan DPC di berbagai wilayah Papua, seperti Papua Induk, Papua Pegunungan, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya.

Tujuannya adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak dari daerah dengan fasilitas pendidikan terbatas untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.

Baca juga: Tiga Bank Dunia Tarik Dana Rp11 Triliun dari Indonesia, Ini Alasannya

Hasilnya, sebanyak 24 siswa asal Papua telah diberangkatkan ke Jawa Timur. Mereka dijemput di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kemudian diantar ke Jember dan mulai mengikuti kegiatan belajar di sekolah tersebut.

Rudi mengatakan sambutan dari orang tua siswa sangat positif. Banyak keluarga di Papua merasa bangga karena anak-anak mereka dapat bersekolah di Jawa tanpa harus menanggung biaya pendidikan yang berat.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen bangsa. Pendidikan, kata dia, merupakan fondasi utama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa SDM atau pendidikan anak-anak itu menjadi kunci dasar bagaimana kita nanti menyambut Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perjuangan untuk pemerataan pendidikan tidak boleh berhenti pada wacana. Bagi GBRAN, membantu anak-anak di Indonesia Timur memperoleh akses pendidikan yang layak merupakan bentuk nyata keberpihakan terhadap masa depan bangsa.

“Terhadap teman-teman yang berada di Indonesia Timur yang mungkin fasilitas pendidikannya kurang memadai, kita memberikan dan memperjuangkan hal tersebut,” pungkas Rudi.***(AdiG)

Berita Terkini