Helo Indonesia

Kronologi Santri Blitar Tewas, Dilempar Kayu oleh Ustaz

Satwiko Rumekso - Nasional -> Hukum & Kriminal
Minggu, 29 September 2024 07:46
    Bagikan  
Ilustrasi pingsan
HI ArtAI

Ilustrasi pingsan - Gambar ilustrasi

HELOINDONESIA.COM -Seorang santri berusia 13 tahun, berinisial KAF, meninggal dunia setelah terkena lemparan kayu berpaku oleh salah satu ustaznya di sebuah pondok pesantren di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu pagi, 15 September 2024

Menurut keterangan polisi, insiden bermula saat para santri sedang berolahraga pagi. Ustaz inisial U meminta mereka segera mandi untuk mempersiapkan salat Dhuha dan menyambut kunjungan orang tua santri. Namun, beberapa santri, termasuk korban, tidak mengindahkan perintah tersebut.

Kejadian Ponpes 

Baca juga: Viral, Warga Amuk Ponpes di Bekasi, Diduga 2 Ustaz Asusila Kepada Santriwati Bawah Umur

Dalam upaya menegur santri yang tidak patuh, ustaz mengambil sebuah kayu dan melemparkannya. "Kebetulan korban lewat dan mengenai kepala. Bagian belakang kayu tersebut ada pakunya," kata Kepala Seksi Bagian Humas Polres Blitar Kota Iptu Samsul Anwar Jumat (27/9/2024), dikutip dari Antara.

Nahas, kayu tersebut mengenai kepala belakang KAF dan paku yang menancap di kayu menyebabkan luka serius di lehernya. Korban langsung pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.

Setelah di rumah sakit di Blitar, KAF dirujuk ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri. Namun, karena kondisi luka yang sangat parah dan risiko operasi yang tinggi, para dokter memutuskan untuk tidak melakukan operasi. KAF akhirnya meninggal dunia.

Peristiwa Trending Seminggu 

Baca juga: Update Tewas Penjual Gorengan, Kini Ada Tersangka Baru, Ini Perannya

"Di RSKK mau dilakukan operasi tidak berani karena kepala mengalami pendarahan. Jika operasi pun kecil sekali untuk berhasil, Rumah sakit tidak berani mengambil risiko untuk operasi," katanya.

Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk ustaz, santri lain, dan pengasuh pondok pesantren. Mereka juga telah meminta hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit.

Dari hasil pemeriksaan, ustaz yang melempar korban dengan kayu berpaku pun sudah mengakui perbuatannya. Namun hingga kini dia belum ditetapkan jadi tersangka.

"Sudah dimintai keterangan (Ustaz) dan mengakui itu. Tapi belum dilakukan penetapan tersangka," ucapnya.

Meskipun begitu, hingga saat ini belum ada laporan resmi dari keluarga korban. Korban diketahui tinggal bersama neneknya, sementara orang tuanya berada di luar negeri. Pihak kepolisian telah berupaya menghubungi keluarga korban, namun belum berhasil.***