Helo Indonesia

3 Polisi Gugur, Kopda Basarsyah Pakai Senjata Rakitan FNC dan SS1 Pindad

Herman Batin Mangku - Nasional -> Hukum & Kriminal
Selasa, 25 Maret 2025 16:22
    Bagikan  
SABUNG AYAM
HELO INDONESIA

SABUNG AYAM - Senjata serbu yang digunakan Kopda Basarsyah

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Oknum TNI Kopda Basarsyah menggunakan senjata laras panjang FN FNC yang dimodifikasi dengan suku cadang SS1 Pindad buat "menghabisi" tiga anggota kepolisian di area sabung ayam, Register 44, Kabupaten Waykanan.

Satuan Detasemen Peralatan (Denpal) Lampung menemukan ada beberapa perangkat senjata lain produksi SS1 Pindad, kata WS Danpuspom Mayjend TNI Eka Wijaya dalam ekspose di Mapolda Lampung, Selasa (25/2/2025).

Baca juga: Kopda Basarsyah Pembunuh 3 Polisi, Tersangka Lain Peltu Lubis dan Aiptu Kapri Sucipto

Hasil pemeriksaan Denpal Lampung, sparepart senjatanya campuran. Larasnya FNC tapi yang lain-lain itu SS1. Dugaan sementara Mayjend TNI Eka, senjata laras panjang ituadalah senjata rakitan.

FN FNC (Fabrique Nationale Carabine) adalah senapan serbu buatan Fabrique Nationale (FN) Belgia pada pertengahan 1970. Desain FNC banyak meminjam dari senapan serbu terkenal lainnya, seperti FN FAL, AK-47, M16, dan Galil.

Baca juga: Kapolsek dan 2 Anggotanya Gugur Ditembak Ketika Gerebek Sabung Ayam di Waykanan

SS1 adalah singkatan dari Senapan Serbu 1, senapan serbu yang banyak digunakan oleh TNI dan POLRI. Senapan ini diproduksi oleh PT. Pindad Bandung, berdasarkan senapan FN FNC dengan lisensi dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN), Belgia.

Mayjend TNI Eka Wijaya mengatakan, setelah melakukan penembakan, Kopda Basarsyah langsung melarikan diri dan membuang senjatanya ke semak-semak di sekitar TKP.

undefined

“Pelaku menunjukkan lokasinya. Kemudian, tanggal 19 Maret, anggota Denpom mencari barang bukti tersebut dan ditemukan seperti yang dikatakan tersangka,” ujarnya.

Setelah diperiksa, Tim Denpal Lampung menemukan senjata tersebut campuran FN FNC dan SS1 Pindad. Saat ini, Tim Denpal masih memeriksa apakah senjata organik atau rakitan ke laboratorium forensik atau Pindad. (HBM/Hajim)