LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Pelaku pembunuhan sopir travel mengaku tersinggung dengan ucapan korban yang dianggap menghina dirinya ketika hendak minta diantarkan dari Jl. Airan Raya, Way Hui (Kota Bandarlampung) ke Bukitkemuning (Lampung Utara), Sabtu (28/6/2025), pukul 19.10 WIB.
Pengakuan pelaku, Sabtu (5/7/2025), korban mengatakan dirinya sudah tua, loyo, tidak perkasa lagi. Pelaku yang bernama Ujang Saripudin alias Uje (60) tersinggung dengan komentar korban yang bernama Arika Erwin alias Ari (40).
Sebelum menjemput penumpang lainnya ke arah Gedung Harapan, pelaku minta berhenti alasan ingin kencing. Setelah itu, pelaku yang sebelumnya duduk di samping sopir, pindah duduk di kursi belakang.
Uje kemudian menjerat sang driver dari belakang pakai tali yang ditemukannya di mobil tersebut. Koban sempat berusaha melepaskan jeratan dari lehernya tapi gagal. Korban warga Desa Sindang Marga, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara.
Pelaku, warga Kecamatan Kedaton, Kota Bandarlampung, kemudian mengambil dompet korban berisi uang Rp300 ribu, berbagai kartu Identitas, dan telepon genggam merk OPPO A1K.
Dia sendirian membuang korban ke bawah jembatan di Desa Wayhui, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.
Dengan alasan panik, pelaku meninggalkan mobil Toyota Agya warna silver di rumah bekas Sekolah TK, yang sudah kosong di Perumahan Bukit Kencana, Jl. Antasari, Kota Bandarlampung.
Menurut Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin, pelaku ditangkap di kediamannya dan telah diamankan di Mapolsek Jati Agung. "Pelaku mengaku telah merampok dan membunuh korban," katanya.
Sanksinya, katanya pelanggaran Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan. Ancaman, penjara seumur. Hidup atau hukuman mati. "Nyesel betul Pak," ujarnya ketika ditampilkan kepada awak media. (HBM)
-
