Helo Indonesia

Suara Bergetar Gubernur Luthfi Doakan Syabilla di Opening Porprov: Kami Sangat Kehilangan

Ajie - Olahraga
1 jam 3 menit lalu
    Bagikan  
Suara Bergetar Gubernur Luthfi Doakan Syabilla di Opening Porprov: Kami Sangat Kehilangan

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat memimpin doa untuk almarhumah Syabilla Rizkia Putri Raharja di opening ceremony Porprov. Kontingen Jepara mengusung banner duka cita Syabilla saat defile

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Suasana megah Upacara Pembukaan (Opening Ceremony) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu malam 25 Oktober 2026, mendadak hening penuh haru dan diselimuti duka mendalam.

Pesta olahraga terbesar se-Jawa Tengah tersebut diwarnai isak tangis dan doa bersama bagi Syabilla Rizkia Putri Raharja (22), atlet selam laut asal Kabupaten Jepara yang gugur saat berjuang di arena pertandingan.

Baca juga: Salatiga Juara Umum Muay Thai Porprov XVII Jateng, Tim Solo Lampaui Target

Dari podium utama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin langsung doa bersama yang diikuti puluhan ribu atlet, ofisial, hingga tamu undangan yang hadir.

"Saya secara pribadi maupun sebagai Gubernur Jawa Tengah merasa amat kehilangan ananda Syabilla yang mendahului kita. Seluruh yang hadir pada malam hari ini, mari kita doakan almarhumah secara bersama-sama," ucap Ahmad Luthfi dengan nada bergetar.

Stadion seketika hening. Layar raksasa (videotron) di sudut stadion menampilkan foto paras manis Syabilla berlatar pita hitam bertuliskan “Turut Berduka Cita”. Penghormatan emosional juga terlihat saat parade defile kontingen.

Kontingen Kabupaten Jepara berjalan anggun sembari membentangkan spanduk khusus bergambar almarhumah dengan tulisan “Selalu Ada di Hati Kami”, disusul kontingen Kabupaten Batang yang turut membawakan spanduk duka cita.

Gugur Jelang Garis Finish

Syabilla meninggal dunia saat berlaga pada nomor selam laut 3 kilometer di arena Pantai Awann Costa, Kota Semarang, Minggu pagi. Sebelum tragedi ini terjadi, atlet muda berprestasi tersebut telah menyumbangkan keberhasilan luar biasa dengan merebut dua medali emas di nomor selam kolam 100 meter dan 200 meter bifins putri.

Ketua Umum KONI Jateng sekaligus Ketua Harian PB Porprov 2026, Sujarwanto Dwiatmoko, mengungkapkan detik-detik menegangkan yang dialami Syabilla di tengah laut.

Sekitar 200 meter menjelang garis finish, Syabilla yang saat itu tengah memimpin perlombaan sempat memberi isyarat melambaikan tangan. Tim rescue yang sigap langsung mendekat dan menawarkan bantuan untuk menghentikan lomba.

"Saat ditawari tim rescue untuk mengakhiri lomba lebih awal, almarhumah masih memilih untuk melanjutkan perlombaan karena jiwanya yang pantang menyerah. Namun mendekati garis akhir, Syabilla diduga mencapai batas maksimum ketahanan fisiknya hingga akhirnya tenggelam," ungkap Sujarwanto prihatin.

Tim penyelamat langsung mengevakuasi Syabilla ke darat untuk pertolongan pertama sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Keluarga Sehat. Namun takdir berkata lain. Hasil asesmen medis menyatakan Syabilla mengalami gagal napas hingga mengembuskan napas terakhirnya.

Baca juga: Kabar Duka Porprov Jateng: Syabilla, Peselam Jepara Peraih 2 Emas Meninggal Saat Berlaga

Tragedi ini menjadi tampar keras sekaligus bahan evaluasi mendalam bagi panitia penyelenggara. Pasalnya, di arena perairan yang sama, dua atlet selam lain juga dilaporkan mengalami kendala fisik saat bertanding.

Sujarwanto menegaskan bahwa ke depan, standar pengamanan dan Prosedur Operasional Standar (SOP) keselamatan akan diperketat tanpa toleransi.

"Kami memperketat prosedur keselamatan. Tim rescue diperintahkan untuk tidak ragu langsung mengambil tindakan evakuasi begitu atlet memberikan isyarat pertama, tanpa menunggu konfirmasi atlet. Keselamatan adalah nomor satu," tegasnya.

Selain itu, panitia memastikan akan menambah armada ambulans, kapal penyelamat, tim rescue medis, serta memperketat pemeriksaan kesehatan (medical check-up) ketat persis sebelum atlet masuk ke gelanggang pertandingan. (Aji)