Helo Indonesia

Ada Isu Asmara dengan Bidan, Lurah Gunungsulah Klarifikasi ke Inspektorat

Herman Batin Mangku - Nasional -> Hukum & Kriminal
1 jam 4 menit lalu
    Bagikan  
ASMARA
HELO LAMPUNG

ASMARA - Lurah Gunung Sulah SIN.( Foto Hajim).

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) Inspektorat Kota Bandarlampung memeriksa chat, rekaman, dan foto Lurah Gunungsulah, Sofian Ilyas Nyerupa (SIN) yang diisukan memiliki hubungan spesial atau asmara dengan seorang bidan posyandu inisial HS.

SIN telah membantah dugaan tersebut ke Irbansus. Menurut dia, tak ada komunikasi telepon dan chat antara dirinya dengan HS yang mengarah asusila. Foto yang beredar dirinya mengirim foto kepada sang bidang atas permintaan sang wanita.

“Pihak Inspektorat sudah memeriksa rekam chat kami, tidak ada hal-hal yang mengarah kepada tindakan asusila," ujar SIN pada Rabu (12/8/2026). Menurutnya, perempuan tersebut meminta agar dirinya mengirimkan foto saat berada di kantor.

Ia kemudian memenuhi permintaan tersebut dan foto itu disebutnya sebagai bukti bahwa dirinya memang sedang berada di kantor. "Dia bertanya, dimana Bang?’ Saya jawab di kantor. Kemudian, dia minta foto. Saya foto sebagai bukti saya berada di kantor,” jelasnya.

Mengenai gambar yang beredar seolah-olah dirinya bersama perempuan tersebut berdua di mobil maupun sedang makan, SIN juga membantah keras. Ia menduga gambar tersebut merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

SIN mengklarifikasi hal ibu terkait adanya pemberitaan media sosial dirinya yang mempunyai hubungan pribadi dengan seorang bidan. Komunikasi melalui whatsapp pernah namun sebatas kepentingan pekerjaan.

Hal itu, kata dia, tidak terlepas dari posisi perempuan tersebut yang selama ini bekerja sebagai bidan Posyandu di wilayah Gunung Sula. Karena adanya hubungan pekerjaan, komunikasi di antara keduanya dinilai sebagai hal yang wajar.

“Yang bersangkutan memang selama ini sebagai bidan Posyandu di wilayah Gunung Sula. Memang waktu itu kami sering berkomunikasi mengenai masalah pekerjaan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan tersebut telah disampaikan secara rinci kepada nspektorat. “Tadi sudah kita jelaskan secara detail ketika diperiksa. Apa yang dipertanyakan sudah kita jawab semua,” pungkasnya.

Keluarga Besar Terkejut

Isu tersebut mendapatkan perhatian dari keluarga besarnya. Ia mengakui bahwa keluarganya sempat terkejut setelah mengetahui adanya pemberitaan dan informasi yang beredar.
Meski demikian, keluarga disebut menyerahkan persoalan tersebut kepadanya untuk diselesaikan.

“Pada prinsipnya, mereka juga terkejut dan menyerahkan semuanya kepada saya, bagaimana langkah selanjutnya untuk menyelesaikan masalah berita yang sudah beredar,” tuturnya.

Ia akan memberikan penjelasan sesuai fakta dan hasil pemeriksaan. Menurutnya, klarifikasi diperlukan agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru, pungkasnya.(Hajim).