Helo Indonesia

Sinergi Pemprov dan IPHI Jateng: Dari Persiapan Muktamar VI hingga Penguatan Peran Sosial Alumni Haji

53 menit lalu
    Bagikan  
Sinergi Pemprov dan IPHI Jateng: Dari Persiapan Muktamar VI hingga Penguatan Peran Sosial Alumni Haji

Jajaran pengurus PW IPHI Jateng yang dpimpin Plt Ketua Muhammad Haris saat beraudiensi dengabn Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Menjelang perhelatan Muktamar Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) VI, Pengurus Wilayah (PW) IPHI Jawa Tengah bergerak cepat memperkuat konsolidasi internal sekaligus mempererat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Langkah strategis tersebut ditandai dengan audiensi resmi jajaran PW IPHI Jateng bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Semarang pada Selasa 11 Agustus 2026.

Rombongan PW IPHI Jawa Tengah dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PW IPHI Jateng, Muhammad Haris, didampingi Sekretaris Abdul Kohar Mudzakir, Bendahara Rita Ermawati Syafi’i, serta jajaran pengurus harian lainnya.

Baca juga: Rajut Historis, Udinus-PWI Jateng Sepakati Kerja Sama Tri Dharma hingga Keringanan Biaya Studi Magister

Muhammad Haris menyampaikan, pertemuan ini bukan ajang silaturahmi biasa. Ada dua agenda besar yang dibawa IPHI Jateng, yakni memperkokoh kemitraan kelembagaan dengan Pemprov Jateng sekaligus memohon doa restu dan dukungan menghadapi Muktamar IPHI VI yang akan digelar pada 18–20 September 2026 di Pontianak, Kalimantan Barat.

"Pertama tentu silaturahmi antara Pimpinan Wilayah IPHI Jawa Tengah dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kedua, kami memohon doa dan restu karena IPHI akan melaksanakan Muktamar ke-VI di Pontianak," ujar Haris.

Menurutnya, Jateng siap mengambil bagian dalam forum nasional tersebut dengan mengirimkan delegasi.

“Muktamar akan memilih kepengurusan pusat sekaligus merancang program-program IPHI ke depan. Jawa Tengah siap berpartisipasi dan mengirimkan delegasi,” ujarnya.

Tetap Solid

Audiensi dengan Gubernur Ahmad Luthfi juga berlangsung di tengah proses konsolidasi internal IPHI Jawa Tengah setelah wafatnya Ketua PW IPHI Jateng Dr Masrifan Djamil sekitar sebulan lalu.

Haris yang mendapat amanah sebagai Plt Ketua menegaskan bahwa dirinya siap menjalankan tugas tersebut demi memastikan roda organisasi tetap berjalan.

“Sebagai pelaksana tugas, saya siap meneruskan amanah ini. Yang paling penting bagaimana menjaga IPHI Jawa Tengah tetap solid dan memastikan program-program organisasi serta garis besar kebijakan yang telah ditetapkan tetap berjalan,” tuturnya.

Ia menegaskan, kesinambungan organisasi menjadi prioritas. Pergantian atau kekosongan kepemimpinan tidak boleh menghambat pelayanan organisasi maupun agenda IPHI di Jawa Tengah.

Bagi Haris, soliditas menjadi modal penting karena IPHI memiliki tanggung jawab sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar menghimpun para alumni haji.

IPHI, kata dia, harus mampu menjadi bagian dari ekosistem perhajian nasional dan memberikan kontribusi sejak sebelum jemaah berangkat hingga setelah mereka kembali ke Tanah Air.

“Kami akan terus mendukung proses penyelenggaraan haji Indonesia, mulai dari persiapan dan pemberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, sampai pascakepulangan jemaah,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyambut positif audiensi jajaran IPHI Jawa Tengah.

Baca juga: Perkuat Jejaring Internasional, USM Jalin Kerja Sama dengan NUU Taiwan

Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemprov untuk mendukung program-program IPHI.

Ahmad Luthfi membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah dengan IPHI, terutama program yang berkaitan dengan pembinaan jemaah haji dan penguatan peran sosial para alumni haji.

Pemprov Jateng, kata dia, siap memfasilitasi berbagai kegiatan IPHI di Jawa Tengah, termasuk dengan memanfaatkan sejumlah fasilitas milik pemerintah daerah.

Gedung Gradhika Bhakti Praja dan Wisma Perdamaian, misalnya, dipersilakan untuk digunakan bagi kegiatan-kegiatan IPHI sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami siap mendukung dan memfasilitasi program serta kegiatan IPHI di Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.

Gubernur juga menegaskan dukungannya terhadap kepengurusan IPHI Jawa Tengah dalam menjaga kesinambungan program organisasi.

Menuju Kekuatan Sosial

Bagi IPHI Jawa Tengah, dukungan pemerintah tersebut menjadi modal penting untuk memperluas kontribusi organisasi.

Muhammad Haris berpandangan bahwa pengalaman seseorang setelah menunaikan ibadah haji tidak seharusnya berhenti pada perubahan pribadi. Nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci harus diterjemahkan menjadi kepedulian dan kontribusi sosial setelah kembali ke masyarakat.

“Persaudaraan haji tidak boleh berhenti hanya pada ikatan sesama orang yang pernah berhaji. Nilai-nilai haji harus menjadi energi untuk memperkuat kepedulian sosial, persaudaraan, dan kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.

Dengan jaringan alumni haji yang tersebar hingga berbagai daerah, IPHI memiliki modal sosial yang besar untuk ikut mendukung pembinaan calon jemaah, edukasi manasik, penguatan ukhuwah, kegiatan sosial, hingga pembinaan pascahaji.

Baca juga: Kasi Kemenag Tubaba Klarifikasi Anggaran Bimwin dan Iuran Penyuluh Agama

Karena itu, IPHI Jateng akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan perhajian.


Muktamar IPHI ke-VI di Pontianak pada 18–20 September 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar forum pergantian kepengurusan.

Forum tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menjawab tantangan baru dunia perhajian dan kebutuhan para alumni haji.

Bagi Jateng, momentum Muktamar juga menjadi kesempatan untuk membawa gagasan dan pengalaman daerah ke tingkat nasional.

Muhammad Haris menegaskan, IPHI harus terus berkembang menjadi organisasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi jemaah haji, alumni haji, masyarakat, dan bangsa.

“Kami ingin IPHI tetap solid secara organisasi, kuat dalam persaudaraan, dan semakin nyata kontribusinya bagi masyarakat. Sinergi dengan pemerintah harus terus diperkuat agar nilai-nilai haji dapat diwujudkan dalam kehidupan sosial,” katanya.

Audiensi dengan Gubernur Ahmad Luthfi pun menjadi penanda bahwa IPHI Jawa Tengah memasuki fase konsolidasi baru: menjaga amanah kepemimpinan, memperkuat persaudaraan alumni haji, dan membangun kolaborasi dengan pemerintah untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas. (Aji)