JAKARTA,HELOINDONESIA.COM - Dalam patroli gabungan di sejumlah wilayah Jakarta, anggota Brimob Polda Metro Jaya menaha 5 (lima) pria yang membawa tembakau sintetis (Sinte), dan mengamankan 5 (lima) pelajar lainnya yang melakukan tawuran
"Saat berada di kawasan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, sekitar pukul 01.56 WIB, petugas Brimob Batalyon B Pelopor mendapati 5 pemuda yang mencurigakan. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan tembakau yang diduga merupakan tembakau sintetis atau sinte," kata Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto dalam keterangannya, pada Minggu (23/8/2026) di Jakarta
Dia katakan, kelima pemuda tersebut beserta barang yang ditemukan selanjutnya diserahkan kepada Polres Metro Jakarta Timur, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Di tempat lain, anggota tim KRYD Brimob Batalyon C Pelopor, dalam patrolinya berhasil mencegah tawuran di Jalan WR Supratman, Rengas, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Minggu dini hari.
Lima pelajar tersebut kemudian dibawa petugas setelah ditemukan satu golok, dua celurit, dua sepeda motor, dan empat telepon seluler. Peristiwa tersebut juga mengakibatkan satu gerobak milik warga mengalami kerusakan. Seluruh pihak yang dibawa dari lokasi selanjutnya diserahkan kepada Polsek Ciputat Timur untuk menjalani pemeriksaan.
Kombes Henik Maryanto mengatakan, kehadiran personel di lapangan merupakan langkah pencegahan untuk mengantisipasi aksi yang dapat meresahkan lingkungan. “Personel harus mampu membaca potensi kerawanan dan bertindak cepat ketika menemukan indikasi gangguan keamanan. Setiap temuan yang mengarah pada tindak pidana akan ditindaklanjuti sesuai prosedur bersama jajaran kewilayahan,” ujarnya.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari KRYD rayonisasi yang menyasar sejumlah potensi kerawanan, mulai dari kejahatan jalanan hingga aksi antarkelompok
Kombes Budi Hermanto mengimbau, agar para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hingga dini hari. Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak membawa senjata tajam maupun terlibat dalam aksi tawuran karena dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain serta berhadapan dengan proses hukum.
