BKSDA-TNBBS Hanya Tukang Arsip, Biarkan Konflik Hewan vs Manusia

Jumat, 11 Juli 2025 20:12
Pakar hukum tata negara Unila, Yusdianto/Foto: Rama Pakar hukum tata negara Unila, Yusdianto/Foto: Ram

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – A -- Akademisi Unila Dr. Yusdianto, SH, MH mengatakan BKSDA SKW III Lampung dan Balai Besar TNBSS selaku leading sektor konflik manusia dan satwa liar tak lebih dari tukang arsip jumlah satwa, tanaman, dll.

Bahkan, kata Yusdianto, kedua lembaga tersebut cenderung membiaran permasalahan interaksi antara hewan buas vs warga. Dari beberapa petani tewas diterkam harimau, tak ada aksi nyata dari kedua lembaga.

Baca juga: Fiks, Harimau Terkam Petani Kopi dari Punggung Hingga Kaki Sisa Tulang

Padahal perannya, tidak hanya itu. BKSDA dan TNBBS mestinya menjadi pelopor dalam menggalang kerjasama lintas sektor (pemprov, pemda, TNI, Polri, masyarakat , NGO), dalam menyelesaikan permasalahan ini.

"Ranah kerja permasalahan ini di kedua lembaga tersebut. Mereka mestinya aktif, progresif menggalang dukungan semua pihak guna merumuskan langkah-langkah strategis dalam menyelesaikan permasalahan," tegasnya.

Baca juga: Anggota DPR RI MB Akhirnya Mengaum, Kehutanan Bungkam Konflik Harimau-Manusia

Yusdianto mendesak kedua Lembaga tersebut mengeluarkan peta zona rawan konflik satwa secara detail lalu melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang berpotensi diterkam hewan buas.

Peran masyarakat sekitar area "merah" mesti dimaksimalkan juga pihak-pihak lainnya. Lalu, sanksi tegas bagi siapa saja yang melanggar aturan tersebut. Tentunya dengan kolaborasi semua pihak. (Rls/HBM) 


Berita Terkini