MESUJI, HELOINDONESIA.COM -- Baru melangkah hendak kembali ke rumah orangtuanya, sang suami memilih menghentikannya dengan menembak pakai senjata api (senpi) rakitan hingga tewas sang istrinya di jalan beton dekat rumahnya, Desa Wiralaga I, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, Senin (10/8/2026), pukul 06.00 WIB.
Masalahnya berawal dari istrinya yang menghendaki cerai dan memilih kembali tinggal di rumah orangtuanya. Sang suami menjemput istrinya dengan ancaman senjata api dan akan membakar rumah mertuanya sebelum terjadi tragedi maut, kata Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus kepada Heloindonesia.com.
Baca juga: Bak di Negeri Koboi, Wanita Roboh Ditembak Suaminya di Jalan Desa Wiralaga, Mesuji
Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus
Yanti, sang istri, akhirnya terpaksa mengikuti kemauan sang suami untuk menghindari ancaman sang pria akan menembak dan membakar rumah mertuanya pulang ke rumah mereka. Namun, setelah beberes rumah, pukul 04.00 WIB, jelang subuh, Yanti hendak kembali ke rumah orangtuanya.
Sang suami mengancam akan menembak sang istri jika melangkah pulang. Yanti sudah bulat tetap melangkah meninggalkan rumah diikuti suaminya pada pukul 06.00 WIB. Akhirnya, tragedi maut terjadi, letusan senjata api rakitan menyalak hingga menewaskan Yanti.
Usai kejadian, pelaku langsung melarikan diri. Suasana semakin memilukan ketika anak korban yang melihat kejadian tersebut langsung memeluk ibunya yang telah meninggal dunia. Para tetangga juga syok.
Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa dan kepolisian. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Wiralaga I untuk dilakukan pemeriksaan awal.
Saat ini, aparat Kepolisian Resor Mesuji masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Polisi juga melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh kasus tersebut.
Kapolres Mesuji mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu proses penyelidikan.
"Kami pastikan situasi TKP dalam kondisi sangat kondusif dan personel sudah kami siagakan," tegas AKBP Muhammad Firdaus.
Polisi hingga kini masih memburu pelaku dan mendalami motif serta rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia. (Aan.S)