PURWODADI, HELOINDONESIA.COM - Semangat pengabdian masyarakat ditunjukkan oleh para mahasiswa Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang yang tergabung dalam Paguyuban Bidikmisi (PADIKSI). Pada Minggu (2/8/2026), mereka menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) berkesan di Desa Pranten, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Mengusung tema “Bersama Menebar Kepedulian, Mewujudkan Kebersamaan”, aksi sosial yang berlangsung selama satu hari penuh ini menghadirkan sederet program yang dampaknya dirasakan langsung oleh warga lintas generasi, mulai dari para lansia hingga anak-anak.
Baca juga: Tergabung di Grup Neraka, Tim Sepakbola Banteng Jateng Siap All Out di Soekarno Cup 2026
Sejak pagi hari, kekompakan panitia sudah terlihat di titik kumpul kampus. Usai registrasi dan pengarahan teknis (briefing) oleh Ketua Pelaksana, rombongan bertolak menuju lokasi pengabdian membawa berbagai perlengkapan logistik bantuan.
Kunjungan mahasiswa Unisbank ini disambut antusias oleh pemerintah dan warga setempat dalam sesi ramah tamah di balai pertemuan desa. Kepala Desa Pranten M Sutopo mengapresiasi kepedulian para mahasiswa yang memilih wilayahnya sebagai sasaran pengabdian.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Bakti Sosial PADIKSI 2026 di Desa Pranten. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat serta mempererat hubungan antara Desa Pranten dan Universitas Stikubank,” tutur Sutopo.
Sebagai bentuk apresiasi atas penerimaan hangat tersebut, PADIKSI menyerahkan plakat penghargaan secara simbolis. Ketua Umum PADIKSI Rayhan Dzikra Adrian Ramadhan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian masyarakat.
Edukasi Kesehatan
Agenda inti diawali dengan Seminar Kesehatan yang menghadirkan dr Wahyu Indarti sebagai narasumber. Puluhan warga, khususnya kelompok lansia dan penerima bantuan, antusias menyimak tips menjaga pola hidup sehat.
“Menjaga kesehatan perlu dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Lansia perlu menjaga pola hidup sehat, generasi muda juga perlu mulai memperhatikan kesehatan sejak sekarang. Kebiasaan yang baik hari ini akan menentukan kualitas kesehatan kita di masa depan,” pesan dr Wahyu di hadapan warga.
Usai sesi tanya jawab yang interaktif, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan paket sembako secara tertib menggunakan sistem kupon resmi agar tepat sasaran. Senyum kebahagiaan warga merona saat menerima paket logistik tersebut, sebelum akhirnya ditutup dengan agenda makan siang dan sholat bersama (Ishoma) untuk mempererat keakraban.
Baca juga: Demi Generasi Emas 2045, Edy Wuryanto dan Kemendukbangga Ajak Warga Rembang Rencanakan Keluarga
Tak hanya menyasar warga dewasa, kepedulian mahasiswa PADIKSI juga menyasar anak-anak. Pada siang hari, panitia bergabung dalam kegiatan TPQ/TPG rutin di desa tersebut.
Dengan pendekatan edukatif dan interaktif, para mahasiswa mengajak anak-anak belajar mengaji sekaligus mengasah kreativitas lewat berbagai games kelompok yang seru. Gelak tawa anak-anak Desa Pranten pun menyemarakkan suasana sore di desa itu.
Menjelang sore, seluruh rangkaian Baksos PADIKSI 2026 resmi ditutup dengan perpisahan formal bersama tokoh masyarakat setempat. Sebelum kembali ke Semarang, para panitia bahu-membahu membersihkan dan merapikan kembali lokasi kegiatan seperti sediakala.
Aksi sosial ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan tidak menyurutkan langkah mahasiswa penerima Bidikmisi/KIP-K untuk terus berkontribusi dan menebar manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Aji)