JAKARTA, HELOINDONESIA.COM -- KPK RI masih menyelusuri mereka yang diduga utak-atik audit keuangan terkait predikat wajib tanpa pengecualian (WTP) setelah OTT Bupati Muara Enim, Edison. Lembaga antirasuah itu kini tengah menyelusuri perbuatan serupa di kabupaten dan provinsi lainnya yang masuk Auditorium Utama Keuangan Negara V (AKN V).
Menurut Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein, penyidik menemukan fakta serupa, utak-atik Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan WTP daerah lain dari dua tersangka, Augusz Dewanggara (Angga) dan Titin Rita Lestari (Tintin).
Angga diduga "orang dekat" anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Bobby Adhityo Rizaldi sedangkan Titin Rita Lestari adalah aparat sipil negara (ASN) yang bertugas sebagai pengendali teknis.
Baca juga: KPK RI Telusuri Keterlibatan Pihak Lain yang Terlibat Ubah WDP Jadi WTP
Saat ini, KPK RI tengah memeriksa Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Empat Lawang. Tak tertutup kemungkinan, lembaga ini akan menyelusuri pengakuan kedua tersangka adanya dugaan suap LHP dan WTP.
Menurut Achmad Taufik Husein, ketika jumpa pers pekan lalu di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026), polanya sama dengan daerah-daerah lain yang melalui kedua tersangka.
Saat ini, katanya, KPK RI masih fokus ke penanganan utak-atik WTP di Kabupaten Muara Enim. Namun, dari keterangan Bupati PALI, penyidik makin kuat adanya niat jahat atau mensrea dari kedua tersangka, Angga dan Titin. Ada informasi dari mereka yang diperiksa praktik serupa terjadi di sejumlah daerah.
Baca juga: Lampung Atensi KPK, Penahanan Tersangka Utak-Atik WTP Diperpanjang
"Tim akan memperkuat temuan modus-modus yang dilakukan juga ada di wilayah-wilayah lain," ujarnya. KPK RI telah memeriksa Bupati PALI Asgianto (AG) yang meminta bantuan Angga dan Bobby Adhityo Rizaldi agar daerahnya mendapatkan opini WTP.
Untuk kasus Kabupaten Muara Enim KPK, KPK telah menetapkan tersangka kepada Angga, Titin, Bupati Edison, Cory Erin Hardi (marketing PT Millenium Solusi Abadi/MSA), Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abi Nurwardani, Adi Triyadi (keponakan bupati). (HBM)