PDAM Way Rilau Soroti 13 Titik Kerusakan Pipa di Jalan R.E Martadinata, Gangguan Pelayanan Bisa Berhari-hari

Kamis, 27 Agustus 2026 16:44
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Teknik PDAM Way Rilau, Dirmansyah HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM---- Kerusakan infrastruktur jaringan pipa air minum di sepanjang Jalan R.E. Martadinata menjadi perhatian PDAM Rilau setelah tercatat sedikitnya 13 titik kerusakan pada jalur tersebut. Kondisi itu tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak langsung terhadap pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi, PDAM Way Rilau telah melakukan koordinasi secara intensif dengan sejumlah pihak terkait. Pertemuan tersebut melibatkan pihak Bina Marga, kontraktor pelaksana pekerjaan, serta Dewan Pengawas PDAM.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Teknik PDAM Way Rilau, Dirmansyah mengatakan.Dalam koordinasi tersebut, pihaknya membahas sejumlah persoalan teknis, khususnya terkait pekerjaan pengerukan maupun pembangunan jalan yang berpotensi bersinggungan dengan jaringan pipa air minum.

PDAM Way Rilau menilai koordinasi sejak awal sangat penting dilakukan sebelum pekerjaan jalan dimulai. Salah satu langkah yang diusulkan adalah melakukan pemindahan jalur pipa air terlebih dahulu apabila posisi jaringan berada di area yang akan dikerjakan.

Dengan demikian, pekerjaan konstruksi dapat berjalan lebih aman dan nyaman tanpa mengganggu jaringan distribusi air minum maupun pelayanan kepada masyarakat.

"Sudah kita sampaikan bagaimana teknis-teknis koordinasi sebelum, misalnya sebelum pengerukan jalan, itu kita lakukan pemindahan jalur dulu, jalur air, sehingga yang bekerja juga nyaman dan masyarakat tidak terganggu," ujar Dirman,Kamis.( 27/8/2026).di ruang kerjanya Jalan P. Emir Moh.Noer.

Kerusakan pipa yang terjadi selama ini memberikan dampak cukup besar terhadap pelanggan. Sebab, setiap kali terjadi kerusakan pada satu titik, aliran air pada jalur tersebut harus dihentikan sementara agar proses perbaikan dapat dilakukan.

Lamanya gangguan pelayanan bergantung pada tingkat kerusakan. Untuk kerusakan ringan, perbaikan terkadang dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga hingga empat jam. Namun, apabila kerusakan cukup parah, pelanggan dapat kehilangan akses air selama satu hingga tiga hari.

"Kalau ada satu titik pasti air itu jalurnya kita matikan, kemudian kita perbaiki. Perlu beberapa waktu, kadang-kadang bisa tiga-empat jam, kadang-kadang bisa satu hari masyarakat tidak dapat air. Kalau kerusakannya cukup parah, bisa jadi dua-tiga hari tidak dapat," jelasnya.

Persoalan semakin dirasakan masyarakat karena kerusakan terjadi berulang pada sejumlah titik. Setelah jaringan selesai diperbaiki dan pelayanan kembali normal, gangguan dapat kembali terjadi ketika terdapat kerusakan pada titik lainnya.

"Karena berkali-kali, jadi hitungannya menjadi lama. Seminggu ini bagus, minggu depan mati lagi, akhirnya diperbaiki lagi, bagus lagi. Dampaknya seperti itu," tambahnya.

Pihaknya berharap koordinasi yang telah dilakukan bersama pihak-pihak terkait dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki pola pelaksanaan pekerjaan infrastruktur di lapangan. Terutama dalam hal komunikasi dan pemetaan jaringan utilitas sebelum pengerjaan jalan dilakukan.

Dengan adanya koordinasi sejak tahap perencanaan, potensi benturan antara pekerjaan jalan dan jaringan pipa air minum diharapkan dapat diminimalkan. Selain mengurangi biaya dan kerugian akibat kerusakan infrastruktur, langkah tersebut juga dinilai penting untuk menjaga kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

PDAM Way Rilau menegaskan bahwa sinergi antara pengelola jaringan air minum, instansi terkait, dan kontraktor menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur jalan dapat tetap berjalan tanpa mengorbankan pelayanan dasar masyarakat.

" Ke depan, diharapkan insiden kerusakan jaringan pipa seperti yang terjadi di Jalan ER Martadinata tidak kembali berulang sehingga pelanggan dapat memperoleh pelayanan air minum secara lebih stabil dan optimal," tutup Dirmansyah.( Hajim)

Berita Terkini