Selama Setahun, Perdana Menteri Anwar Dianggap Sebagai Sahabat Dekat Indonesia

Jumat, 24 November 2023 18:13
Perdana Menteri malaysia Dianggap Sebagai Sahabat Dekat Indonesia Tangkapan layar

HELOINDONESIA.COM - Tidak terasa tepat pada 24 November 2023 ini, sudah setahun Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim (DSAI) memimpin Malaysia.

Penunjukan Datuk Seri Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri setahun yang lalu dianggap sebagai 'pelantikan seorang sahabat'.

Saat Anwar diambil sumpahnya di Istana Negara Malaysia, kegembiraan tidak hanya dirasakan oleh Malaysia saja, tetapi juga Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Ikatan Jurnalis Malaysia-Indonesia (ISWAMI) Indonesia, Asro Kamal Rokan.

Baca juga: Kejagung Periksa 2 Saksi Kasus Bakti Kominfo dalam Perkara TPK dan TPPU Achsanul Qosasi

"Kini sudah setahun berlalu dan waktu berlalu terlalu cepat, dan tentunya banyak kendala dalam kurun waktu tersebut. Tidak heran ketika Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim melakukan kunjungan resmi kenegaraan pertama ke Indonesia (9/1/2023), disambut Presiden Joko Widodo di Istana Bogor secara khusus, termasuk dengan pasukan kavaleri," kata Asro.

Tidak hanya itu, bahkan Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim menjadi pembicara tunggal.

Sejumlah tokoh aktivis demokrasi, aktivis antikorupsi, aktivis hak asasi manusia, dan para wartawan senior, hadir dalam acara tersebut.

Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mampu berpidato dalam bahasa Indonesia dengan fasih.

"Saat bertemu dengan Jokowi, Anwar menyampaikan, “Hubungan saya bukan sekadar hubungan diplomatik biasa. Indonesia memiliki tempat khusus di hati saya", ungkap Asro.

Baca juga: Sering Disebut Gemoy dan Suka Joget, Begini Tanggapan Prabowo

Karena kedekatan tersebut, Datuk Seri Anwar Ibrahim meluangkan waktu bertemu dan berdiskusi dengan sahabat-sahabatnya, setiap kali ke Jakarta.

Hal ini bisa terlihat pada awal September 2023 lalu, sebelum menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Jakarta, Perdana Menteri Malaysia itu bertemu tokoh-tokoh Islam, di antaranya dengan Haedar Nashir (Ketua Umum Muhammadiyah), Adian Husaini (Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), Din Syamuddin (mantan Ketua Umum Muhammadiyah), dan Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa.

Berita Terkini