Helo Indonesia

Perhatian, Bahaya Kesehatan Karena Minum Minuman yang Masih Panas

Satwiko Rumekso - Ragam -> Kesehatan
Selasa, 3 Desember 2024 18:24
    Bagikan  
Teh panas
Art-AI

Teh panas - Ilustrasi teh yang masih panas

HELOINDONESIA.COM -Kebiasaan minum minuman panas dalam jangka panjang dapat menimbulkan risiko kesehatan, terutama pada saluran pencernaan, menurut dokter ahli dari HCG Cancer Centre di Borivali, Mumbai, India.

Dalam laporan yang dikutip dari Hindustan Times pada Senin (2/12), dokter spesialis bedah Shilpi Agrawal dari HCG Cancer Centre menyatakan bahwa ada korelasi antara konsumsi minuman panas dan peningkatan risiko kanker mulut serta esofagus.

Ooh ini ternyata 

Baca juga: Kenapa Kantuk Datang Setelah Makan, Food Coma

"Selama bertahun-tahun, banyak penelitian telah meneliti dampak minuman panas pada saluran pencernaan bagian atas, dan hasilnya menunjukkan potensi efek yang mengejutkan, termasuk risiko kanker," ujarnya.

Kanker sering kali disebabkan oleh mutasi DNA atau agen karsinogenik yang mengganggu pembelahan dan pertumbuhan sel.

"Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa meskipun minuman panas tidak secara langsung memengaruhi gen kita, suhu tinggi dapat memengaruhi cara sel berfungsi," tambah dokter Shilpi Agrawal.

Lho lho lho 

Baca juga: Korban Difabel Tanpa Dua Tangan IWAS Bertambah, Diduga Ada yang Dibawah Umur

Ia menjelaskan bahwa suhu tinggi dapat mengganggu proses pembelahan dan perbaikan sel, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kanker.

"Minuman panas dapat menyebabkan peradangan di esofagus (esofagitis) dan perubahan sel (displasia), yang keduanya merupakan prekursor kanker," jelasnya.

"Masalah-masalah ini dapat muncul pada tahap awal kanker, dan jika tidak ditangani, gejalanya dapat berkembang menjadi kanker stadium lanjut," tambahnya.

Berdasarkan penelitian mengenai efek minuman panas, dokter Shilpi Agrawal menyarankan bahwa mengonsumsi minuman yang sangat panas dapat meningkatkan risiko kanker esofagus, selain faktor risiko lain seperti merokok, konsumsi alkohol, dan pola makan yang buruk.

Namun, risiko ini dapat dicegah atau diminimalkan dengan memastikan suhu minuman yang dikonsumsi tidak terlalu panas, sehingga tidak menimbulkan masalah kesehatan dalam jangka panjang.***