Helo Indonesia

Wellness Tourism Telah Membuktikan Umur Manusia Bisa Sampai 100 Hingga 120 Tahun, Bagaimana dengan Health Tourism?

M. Haikal - Ragam -> Kesehatan
Minggu, 16 Februari 2025 23:11
    Bagikan  
Wellness Tourism
Foto: pexels

Wellness Tourism - Bagaimana menyempurnakan peran pemerintah dalam pengembangan wellness Tourism di Indonesia, selain bermanfaat bagi masyarakat di Nusantara tapi juga menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.

HELOINDONESIA.COM -Peranan pemerintah daerah harus bersama-sama dalam memajukan wellness bersama pemerintah pusat.

Bagaimana menyempurnakan peran pemerintah dalam pengembangan wellness Tourism di Indonesia, selain bermanfaat bagi masyarakat di Nusantara tapi juga menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.

Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata (LSPro Pariwisata), Ahyaruddin Yusuf dalam tayangan sebuah webinar yang dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Minggu (16/2)2925) menegaskan bahwa ini memang kerjaan yang sangat lama membangun bersama banyak orang di republik tercinta.

"Memang penyakit kita bagaimana setiap ganti pimpinan pasti ganti pikiran, ganti ide, padahal seharusnya tidak begitu. Bagaimana melanjutkan tugas-tugas besar yang harus kita lakukan ke depan," ujar mantan pejabat Permenkrekraft yang pensiun sejak 2016 silam.

Baca juga: Pimpin Hipmi Kendal secara Aklamasi, Ekky Hero Buka Rekrutmen Anggota Baru

Dirinya ingin memberikan pencerahan apa itu wellness tourism. Dia melihatkan kepada kita bagaimana sebenarnya penciptaan pola lapangan pekerjaan kalau kita mau menggerakkan pemerintah daerah bersama-sama pemerintah pusat menggerakkan wellness tourism .

"Karena ini bagian dari special interesting yang diutamakan apa pengalaman. Untuk mendapatkan pengalaman seorang wisatawan diperlukan keahlian dan pengetahuan bagi para pelakunya. Pelakunya ini adalah para pelaku di bidang wellness tourism itu sendiri," paparnya.

Dengan demikian, lanjutnya, konsep pertama adalah menyegarkan, penyeragaman konsep dan resepsi tentang wellness tourism.

"Perbedaan paradigma antara medis tourism dan wellness tourism tersebut akan berpengaruh kepada kegiatan yang membentuk wisata medis dan wisata wellness. Wisata medis atau medis tourism lebih berpijak pada kegiatan reaktif. Sedangkan wellness lebih pada pro aktif," paparnya.

Baca juga: SDN Kalibanteng Kidul 03 Berjaya di KU12 dan SDN Klepu 03 Kembali Juarai KU10 di MLSC - Semarang 2025

Dia menggambarkan bahwa wisata medis itu merasa menjadi lebih baik mengobati dan menyembuhkan penyakit, korektif atau perbaikan, episodik, tanggung jawab klinis yang terkotak-kotak.

Beda wellness tourism yang memiliki sifat untuk berkembang menjaga meningkatkan kesehatan preventifnya pencegahan holistik sangat global tanggung jawab individu integrasi dalam kehidupan.

" Inilah pemikiran lama bagaimana sehingga kita membentuk kerjasama di tahun 2014 dengan Menteri Kesehatan. yang kita sebut MoU Indonesia Wellness Health Tourism (IWHA). Ditandatangani baik oleh Menteri Parekraf maupun Menkes di Hotel JW Marriot Nusa Bali," jelasnya.

Menurutnya, ada 14 peristiwa bagaimana memberikan bayangan besar tentang wellness dan medis tourism.

Baca juga: Catatan Hajim: Ibu Minta Ditembak Saja Saat Dipapah Keluar Sabah Balau

"Karena kok orang Indonesia ini banyak sekali yang keluar (negeri) untuk medis. Di satu sisi Indonesia kaya dengan wellness. Nah kalau dilihat lagi penyeragaman di sini irisan produk Wellness itu bermacam-macam. Ada culture tourism, adventure tourism, kuliner tourism, volunteer tourism, sport tourism," ungkapnya.

Kalau medis tourism terstruktur sekali dan itu dilakukan oleh tingkat ilmu-ilmu kedokteran khusus dan terkotak-kotak.

Dikatakan Achyaruddin Yusuf, di wellness tidak. Mereka yang melakukan wellness tourism pro aktif mencari apa yang ada pada dirinya agar sembuh, segar dan bugar.

"Dan ini bisa dibuktikan secara baik dan benar ketika belum ada ilmu kedokteran tinggi. Di jaman kerajaan- kerajaan, orang sudah memikirkan wellness tourism. Sehingga jangan heran kalau jaman itu banyak orang yang usianya panjang mencapai 100-120 tahun," tandasnya.