Helo Indonesia

Catatan Hendry Ch Bangun, Bertemu Steve Sugita, Penyedia Oxybaric Centre

M. Haikal - Ragam -> Kesehatan
Selasa, 13 Januari 2026 00:28
    Bagikan  
Oxybaric
Foto: Heloindonesia

Oxybaric - Hendry CH Bangun bersama Steve Sugita.

Di kampung Cijambu, Desa Gunungjaya, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, saya bertemu Steve Sugita. 

Lelaki berusia 85 tahun, yang mendedikasikan hidupnya untuk ikut memberi sumbangsih kesehatan bagi masyarakat melalui Oxybaric Centre. 

Sebab dia merasa mendapat tugas dari langit setelah mendapat kesempatan hidup kedua, sehabis mengalami peristiwa yang nyaris merengut nyawa, yakni tubuhnya terbakar hebat. 

Hingga kini bekas itu masih terlihat di kaki, tangan, dan tubuhnya menjadi pengingat penderitaan hebat yang dia alami.

“Waktu itu saya seperti terbang ke langit. Berada dalam kondisi koma. Tahu-tahu ada suara kecil mengatakan, kamu jangan mati dulu. Kembali ke bumi, kami harus menolong orang. Eh saya sadar kembali,” cerita Steve waktu kami ngobrol di Oxybaric Centre.

Baca juga: Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir Berikan Entry Briefing Kepada Seluruh Prajurit Yonif 7 Mar

Wajahnya fresh, kulitnya mulus, ingatannya bagus, dan berbicara runtut. 

“Saya tinggal di sini. Kalau ada tabung yang kosong, ya saya masuk dan menghirup oksigen murni,” ujarnya ketika saya tanya berapa kali dalam seminggu dia ikut berobat. 

Salah satu efek dari pemompaan oksigen murni ke tubuh manusia adalah kulit yang mulus, makanya salah satu tagline Oxybaric Centre Steve Sugita ini adalah stay young, beauty, and healthy. You can life beyond 100 years.

Di fasilitas itu ada 7 tabung hiperbarik, yang menyediakan oksigen murni 100% bagi “pasien” yang ingin berobat. 

Sebenarnya tempat yang berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (MDPL) ini bukan rumah sakit, dia fasilitas kesehatan yang tersedia untuk umum dan peminat. 

Baca juga: Viral FYP, Mahasiswa KKN Unila Ketemu Presiden Prabowo di Natar, Lamsel

Pengunjung tidak hanya dari Sukabumi dan sekitarnya atau Jakarta saja. Kalau lihat lokasi parkir ada juga mobil dengan plat nomor H, D, selain F, dan D. 

Sejak berdiri di Cijambu ini, tahun 2016, sudah ribuan orang datang berobat dan pada umumnya merasa puas dan mendapatkan manfaat dari terapi oksigen. 

Banyak yang Kembali dalam waktu tertentu, sebab di kota udara sudah terpolusi dan darah kita ikut tercemar. Sebelumnya klinik ini berada di Cibolang (Kabupaten Bogor) dan dalam kota Sukabumi, tetapi karena dianggap kurang luas akhirnya pindah ke tempat sekarang.

“Saya kan suka jalan. Lihat tanah di wilayah ini lebih luas akhirnya saya bikin di sini,” kata Steve yang dulu merupakan kontraktor dan ikut dalam pembangunan Jalan Tol Jagorawi dan Tol Cikampek.  

Di Cibolang sebelumnya dia menggunakan tanah nganggur milik kerabatnya.*** 

Baca juga: Hati-hati dengan Tulang Rawan dan Pekapuran Sendi Lutut, Pakar Ortopedi Ini Ungkap Cara Pengobatannya!

Jadwal terapi di Oxybaric dimulai dari pukul 07.00 dan terakhir pukul 19.00. Pasien masuk tabung selama 1 jam, dan maksimal terapi 3 kali dalam sehari. 

Biasanya ada jeda 3 jam, setiap kali masuk tabung. Satu tabung itu bisa dimasuki 2 pasien, umumnya suami istri atau kerabat laki-laki, tapi kalau mau sendiri dalam tabung juga boleh. 

Untuk mendapati perubahan, pasien dianjurkan untuk masuk ke tabung sebanyak 9 kali, berarti tiga hari di sana. (Di klinik lain, umumnya diusulkan paket 5 kali atau paket 10 kali). 

Tapi jangan khawatir karena ada penginapan dengan tarif ekonomi, namun bersih dan nyaman. Tarifnya kalau dihitung dolar AS, tidak sampai 10 US, untuk tidur dengan kipas angin. Tidak perlu AC karena udara di sini relatif dingin, antara 21-23 Celsius.

Yang Istimewa tentu saja tarif terapi oksigen dalam tabung yang ekonomis, sampai Januari 2026 ini hanya Rp 150.000 sekali masuk, dan kalau berdua beda sedikit menjadi Rp 180.000. 

Baca juga: Cair Rp220 M, Dana Desa untuk Lampung 2026 Dipatok Rp1,98 T

Menurut seorang teman tarif ini yang menunjukkan Pak Steve ingin memberi dan sekadar menghidupi kliniknya ketimbang mencari untung.

“Di tempat lain setahu saya tekanan oksigen yang disalurkan di dalam tabung hanya 17 PSI, di sini lebih intens, rata-rata 21 Psi,” katanya. 

PSI itu singkatan Pound-force per Square Inch, yakni tekanan imperial yang mengukur gaya satu paun diterapkan pada area satu inci persegi. 

Makin besar artinya, makin banyak oksigen murni yang dipompakan pada tabung untuk dihirup orang yang ada di dalam tabung.

Untuk fasilitas serupa di Jakarta, bilangannya sudah lebih Rp 1 juta, ada yang Rp 2 juta perpaket (5 kali), atau Rp 5 juta (10 kali). Biasanya masuk tabung berlima atau lebih. Kalau sendirian, tentu saja akan lebih mahal harganya. 

Baca juga: PT. SRH Molor Kerjakan Irigasi BBWSMS Rp11 M TA 2025 Hingga 2026 di Lamteng

Silakan dicek soal harga ini karena tawaran biaya dari beberapa pusat hiperbarik ini bervariasi tarifnya. 

Yang pasti oksigen murni tidak murah kalau beli sendiri per tabung seperti yang sering kita lihat diberikan ke pasien di rumah sakit, yang membutuhkan bantuan pernafasan. Juga tidak murah kalau membeli alat penghasil oksigen elektrik, jutaan rupiah. ***

Manfaat dari terapi oksigen murni ini banyak, tetapi kira-kira kalau kita bayangkan, yang pertama adalah pembuluh darah kita akan dimasuki oksigen murni, sehingga pembuluh darah akan bersih dan dapat berfungsi maksimal.

 Dengan demikian jantung akan berjalan dengan baik. Aliran darah ke otak lancar. Seluruh fungsi tubuh kembali seperti tubuh yang sehat, katakanlah seperti anak bawah lima tahun (balita) yang belum terkena penyakit apa-apa. 

Dalam promosi beberapa klinik atau rumah sakit yang menyediakan terapi hiperbarik, dikatakan manfaat terapi adalah memperlancar sirkulasi darah, membantu penyembuhan luka pasca operasi, memberi efek kebugaran tubuh, memelihara kecantikan dan mencegah penuaan dini, membantu pemulihan stroke dan gangguan aliran darah.

Baca juga: Wali Kota Eva Tegas, Mulai Bongkar Bangunan Biang Kerok Banjir

Brosur Oxybaric menyebut peluang dari terapi oksigen ini, selain yang disebut di atas. Antara lain, menyembuhkan stroke, diabetes, mempercepat penyembuhan berbagai penyakit seperti penyakit jantung, difsungsi ereksi, migrain, epilepsi, insomnia, Parkinson, syaraf kejepit, kanker usus, ketergantungan narkoba, menekan radikal bebas, dan bahkan gangguan jiwa.

“Kalau HIV, bawa ke sini. Saya jamin, dengan terapi oxybaric dia akan sembuh tetapi harus menjalani dengan konsisten dan bertahap,” kata Pak Steve kepada saya dan seorang teman saat ngobrol bersama.

Bagaimana dengan orang yang sudah harus cuci darah?

“Silakan berobat kemari, sudah pernah ada yang sembuh. Berhenti cuci darah. Janganl lupa, bawa rekam medisnya. Jalani terapi, ikuti tahap-tahap, nanti akan sembuh. Cuci darah itu kan terjadi karena ginjalnya mengecil. Dengan terapi oksigen, ginjalnya secara pelahan akan mengembang secara bertahap, dan di ujungnya akan kembali normal. Kita ada dokter di sini yang memeriksa sebelum dan setelah ikut terapi,” kata Pak Steve dengan meyakinkan.

Termasuk yang popular adalah mengembalikan fungsi ereksi, yang banyak dikeluhkan laki-laki karena stress atau pembuluh darah tersumbat sehingga terhambat. 

Baca juga: Ditemukan Meninggal, Bocah Perempuan 5 Tahun yang Hanyut di Sungai Perak Kudus

Karena darahnya sehat dan alirannya ke kelamin lancar, maka efeknya adalah fungsinya kembali normal.

“Saya mengalami sendiri. Tadinya mati total, tetapi setelah terapi beberapa kali, sekarang sudah dapat digunakan lagi,” kata seorang pasien dengan wajah sumringah. ***

Menginap di fasilitas Oxybaric bagi orang Jakarta yang sibuk, jarang istirahat, stress akibaat pekerjaan atau tekanan hidup, seperti menepi ke tempat yang damai dan tenang. 

Dengan lokasi lereng gunung berketinggian sekitar 800 meter dari permukaan laut, yang masih asri, setelah jam 20.00 aktivitas seperti berhenti.

 Dengan udara yang cenderung dingin (bisa 20 derajat Celsius), tiupan angin yang sepoi-sepoi, tubuh maunya beristirahat total. Apalagi kalau habis terapi, lalu makan malam, maka mata mudah ngantuk.

Baca juga: Angka Kecelakaan Kerja di Jateng Naik, Wagub Ajak Jadikan Budaya K3 sebagai Gerakan Bersama

Jalan Cikiray menuju Kantor Kecamatan Kadudampit yang menanjak tanpa jeda setelah berbelok dari Jalan Raya Sukabumi, jarang dilewati kendaraan setelah hari mulai gelap. Tidak ada polusi suara. 

Menghirup kopi sambil memandang ke area sawah atau bukit yang jauh, yang ada adalah ketenangan jiwa. Suasana ini sendiri sudah menambah proses penyembuhan bagi mereka yang datang membawa penyakit tertentu asal penuh rasa percaya diri. 

Ditambah semangat yang terpancar dari suara bertenaga Pak Steve Sugita yang kerap berbincang dengan tamu dan pasiennya, optimisme pun memancar. Ya, yakinlah bahwa Anda bisa hidup sehat sampai berusia 100 tahun. ***