Amerika Waspada Bahaya Salmonella pada Telur, IPB Punya Solusi Melalui Probiotik

Selasa, 15 Oktober 2024 15:17
Ilustrasi telur bebas Salmonela Instimewa

HELOINDONESIA.COM -Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat telah menarik telur dari pasaran karena potensi kontaminasi bakteri salmonella yang berisiko menyebabkan penyakit pada masyarakat.

Menurut laporan Health pada Jumat (10/10/2024), CDC menyarankan agar telur yang terkontaminasi salmonella segera dibuang, dan semua permukaan atau benda yang terpapar harus dicuci dengan air sabun panas atau didesinfeksi secara menyeluruh.

CDC juga menjelaskan bahwa gejala infeksi salmonella meliputi diare yang berlangsung lebih dari tiga hari dan mungkin disertai darah, demam tinggi, muntah berlebihan, serta tanda-tanda dehidrasi seperti jarang buang air kecil, mulut dan tenggorokan kering, serta pusing.

Tips Sehat 

Baca juga: Hindari Lonjakan Gula Darah dengan Perubahan Sederhana, Makan Telur

Sebagian besar orang yang terinfeksi salmonella pulih dalam beberapa hari tanpa antibiotik. Namun, beberapa orang, terutama anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, mungkin mengalami kondisi yang lebih serius dan memerlukan perawatan di rumah sakit.

FDA, sebagai badan pengawas makanan Amerika Serikat, telah menaikkan status penarikan telur ini ke Kelas 1, yang merupakan klasifikasi paling serius untuk penarikan produk.

Di Amerika Serikat, penarikan telur yang terkontaminasi salmonella dikaitkan dengan wabah yang telah membuat 65 orang sakit di sembilan negara bagian, termasuk California, Colorado, Illinois, Iowa, Michigan, Minnesota, dan lainnya. Sebagian besar kasus terjadi di Wisconsin dan Illinois, dengan masing-masing 42 dan 11 kasus.

Jangan dilewatkan 

Baca juga: Mengandung Bakteri Baik untuk Menjaga Kesehatan, Inilah Makanan Probiotik yang Wajib Dikonsumsi

CDC memperingatkan bahwa jumlah kasus sebenarnya mungkin lebih banyak, karena beberapa kasus mungkin tidak dilaporkan, dan wabah tersebut mungkin meluas ke negara bagian lain yang belum terdeteksi.

Menurut perkiraan CDC, untuk setiap infeksi salmonella yang terkonfirmasi melalui tes laboratorium, ada sekitar 30 kasus yang tidak dilaporkan.

Salmonella merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan menyebabkan sekitar 1,35 juta infeksi dan 420 kematian setiap tahun di Amerika Serikat, menurut CDC.

Praktik komersial sering kali menghambat kolonisasi mikrobioma usus anak ayam, yang penting untuk sistem kekebalan mereka, dengan cara mengisolasi telur dari induknya. Tanpa kolonisasi mikrobioma yang normal, anak ayam lebih rentan terhadap infeksi bakteri patogen seperti salmonella karena kurangnya pertahanan alami.

Penelitian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyebutkan bahwa salah satu cara pencegahan infeksi salmonella pada ayam petelur adalah penggunaan probiotik. Bakteri asam laktat seperti Lactobacillus acidophilus diketahui memiliki aktivitas antimikroba terhadap Salmonella spp. Penelitian tersebut melibatkan empat perlakuan: kontrol, pemberian Salmonella spp, pemberian Salmonella spp dan L. acidophilus satu kali, serta pemberian Salmonella spp dan L. acidophilus dua kali.

Probiotik L. acidophilus diberikan selama 20 hari pemeliharaan, dan infeksi Salmonella spp dilakukan selama lima hari di tengah periode pemeliharaan. Sampel ovarium dan telur ayam petelur diambil untuk isolasi Salmonella spp menggunakan metode Bacteriological Analytical Method (BAM) yang meliputi pengkayaan, penggunaan media selektif, hingga uji biokimia.

Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan untuk masing-masing perlakuan dan waktu pengambilan data yang berbeda. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian probiotik L. acidophilus satu atau dua kali dengan dosis 109 cfu/ml/ekor/hari selama 20 hari efektif menurunkan keberadaan bakteri patogen Salmonella spp.

Pada perlakuan ketiga dan keempat, tidak ditemukan Salmonella spp pada telur yang diamati pada hari ke-20. Oleh karena itu, L. acidophilus dapat digunakan sebagai bahan tambahan pakan untuk meningkatkan keamanan produk peternakan, khususnya telur.

Berita Terkini