Oleh : Ahmad Biyantoro, S.Pd
HELOINDONESIA.COM - Perubahan kurikulum merupakan suatu keniscayaan seiring perubahan teknologi yang semakin cepat. Namun demikian, perubahan kurikulum memerlukan komitmen bersama dalam usaha mengimplementasikan setiap tahapan perubahan dalam proses kegiatan pembelajaran.
Perubahan kurikulum memaksa guru untuk lebih kompeten dalam menyampaikan materi pembelajaran meskipun dalam keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki. Mutu pembelajaran merupakan target yang harus dicapai sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan.
Kepala sekolah sebagai penanggung jawab pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah mempunyai kewajiban dalam memastikan mutu pendidikan yang dipimpinnya. Salah satu upaya yang dilakukan kepala sekolah SDN 3 Cepogo pada semester 2 Tahun Pelajaran 2022/2023 dalam meningkatkan motivasi dan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model CPD.
Model Cooperative Professional Development (CPD) adalah proses yang dilakukan secara moderat oleh dua atau lebih guru yang bersepakat kerjasama untuk mengembangkan profesionalisme mereka, dengan saling mengunjungi kelas, saling memberi umpan balik dan menggali masalah-masalah kesupervisian (Abd. Kadim Masaong, 2012).
Motivasi adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu, dalam memenuhi beberapa kebutuhan individual (Robbins, 2003).
Adapun kompetensi guru menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Dengan menggunakan CPD diharapkan motivasi dan kompetensi guru dalam mengajar meningkat sehingga dapat membentuk peserta didik yang cerdas dan berkarakter seperti yang diharapkan.
Kolaborasi
Mengacu hasil pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, digunakan kepala sekolah sebagai dasar dalam meningkatkan motivasi dan kompetensi guru dalam mengajar. Dengan menerapkan CPD, guru dapat bekerja bersama mengembangkan kompetensinya, maka terjadi kolaborasi yang saling melengkapi antar guru misalnya guru yang senior lebih menguasai masalah pedagogik dalam mengajar namun kurang terampil dalam menggunakan IT, kemudian di kelompokan dengan guru muda yang kurang cakap dalam mengajar namun menguasai IT.
Kedua kondisi tersebut apabila dijadikan satu menjadi sesuatu yang saling melengkapi satu sama lain. Hal tersebut tentunya harus dengan pengawasan dan bimbingan dari kepala sekolah untuk mengkondisikan kelompok guru tersebut bekerja secara aktif dan termotivasi untuk meningkatkan kompetensinya. Peran kepala sekolah sangat penting sekali dalam memberikan semangat dan motivasi bagi guru sejalan dengan sistem among Ki Hajar Dewantara.
Adapun urutan pelaksanaan CPD yang dilakukan kepala sekolah yaitu: Dimulai dari supervisi klinis secara bergantian. Selanjutnya diskusi tentang inovasi-inovasi pembelajaran, saling mengunjungi, serta sharing mengatasi masalah-masalah pembelajaran.
Pada kegiatan supervisi yang dilaksanakan kepala sekolah mencakup usaha-usaha dan aktivitas guru - peserta didik dalam proses pembelajaran, cara menggunakan media pengajaran, variasi metode pengajaran, ketepatan penggunaan media dengan materi, ketepatan penggunaan metode dengan tujuan pembelajaran, serta interaksi para peserta didik dalam proses pembelajaran.
Pada proses pembelajaran diperlukan inovasi-inovasi sehingga kegiatan interaksi guru-siswa di kelas menjadi lebih menarik.
Dalam pelaksanaan kegiatan CPD banyak sekali respons positif yang dilakukan guru terhadap kompetensi yang belum dikuasai, hal tersebut tentunya menjadi motivasi bagi guru untuk menguasainya.
Guru tidak malu lagi untuk saling bertukar keahlian kepada rekan sejawat sehingga kompetensi masing-masing guru meningkat. Dengan meningkatnya motivasi yang dimiliki oleh guru dalam belajar, sehingga meningkat pula kompetensi yang dimiliki guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Penulis, Kepala SDN 3 Cepogo Kecamatan Kembang
Kabupaten Jepara
