Oleh Prof. Admi Syarif, PhD*
SECARA tidak sengaja, pagi ini, Sabtu (3/6/2023), sambil menikmati minuman kopi robusta lampung, saya membuka album-album foto lama yang ada di gallery HP. Secara tidak sengaja, saya menemukan folder berisi kenangan ketika kami (saya, sang pujaan hati dan Tasya si buah hati) "ngebolang" ke Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam empat tahun lalu.
Benar, saat di Bangkok, kami sempat mengunjungi Museum Madame Tussauds yang berada di kota Bangkok, Thailand. Di Museum ini terdapat sosok ilmuwan jenius Albert Einstein yang diabadikan dalam wujud patung lilin bersama tokoh-tokoh dunia lain, termasuk Bapak Presiden kita Ir. Sukarno. “foto dulu yuk sama Einstein, sang idolaku”, ujarku kepada istri. Tet tet tet akhirnya dengan beberapa gaya aku dijepret.
Einstein adalah seorang ilmuwan Fisika cerdas yang memperkenalkan Teori Relativitas. Untuk memahami sedikit tentang teori tersebut, kita dapat membaca beberapa pernyataan Einstein berikut:
“Ketika Anda berpacaran dengan cewek yang manis, satu jam seperti sedetik. Ketika Anda duduk di atas tungku panas, sedetik serasa satu jam. Itulah relativitas.” (Albert Einstein). Tapi, Hukum Gravitasi tidak berlaku terhadap orang yang sedang jatuh cinta.
ˈEinstein dikenal sebagai fisikawan Jerman yang hidup pada 14 Maret 1879 – 18 April 1955. Ia dikenal secara luas dan diakui sebagai salah seorang fisikawan terhebat sepanjang masa. Einstein terkenal atas pengembangan teori relatifitas juga membuat konstribusi penting terhadap pengembangan teori kuantum.
Karya Einstein yang paling dikenal adalah E= mc2, yang dijuluki "persamaan mass energi”. Einstein memperoleh Nobel pada tahun 1921. Mungkin tidaklah terlalu berlebihan jika saya menyebut Einstein sebagai seorang ilmuwan terbesar dalam Abad 20.
Sejak SMP, saya sangat kagum dan mengidolakan Einstein. Menurut saya, Einstein bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan jenius. Sahabat SMA saya, Syahril, sengaja melukiskan foto Einstein dengan lidah terjulur dan digantungkan di kelas kami, III-IPA-1 SMAN 2 Tanjungkarang.
Kelas ini memang berisikan sahabat-sahabatku, Einstein muda dari Lampung abad ini. Tentu saja tak lupa di kamarku juga selalu tergantung foto Einstein yang menginspirasiku.
Akhirnya, untuk mengenang kembali Wak Einstein, mari kita resapi kata-kata bijak beliau berikut ini: "Cobalah tidak untuk menjadi seseorang yang sukses, tetapi menjadi seseorang yang bernilai.” [Einstein]
Selamat menikmati liburan panjang !
* Akademisi Universitas Lampung.
