Helo Indonesia

Diskriminasi

Annisa Egaleonita - Lain-lain
Jumat, 4 Agustus 2023 12:07
    Bagikan  
Gufron Aziz Fuadi

Gufron Aziz Fuadi -


Oleh Gufron Aziz Fuadi *

BEBERAPA waktu yang lalu ada partai dan capres yang batal melaksanakan kegiatan olahraga bersama di sebuah stadion di Bekasi. Sebabnya karena mendadak izinnya dibatalkan oleh yang bekuasa. Orang menyebut peristiwa ini dengan kosakata "diskriminasi".

Diskriminasi adalah sikap membedakan secara sengaja terhadap golongan-golongan yang berhubungan dengan kepentingan tertentu. Pembedaan tersebut biasanya didasarkan pada etnis, suku, ras dan agama. Dalam kondisi tertentu diskriminasi juga karena perbedaan pandangan politik dan gender.
Diskriminasi terjadi karena adanya ketidak seimbangan kekuatan antar kelompok sosial dimasyarakat serta stereotip tertentu.
Stereotip adalah suatu prasangka yang didasarkan pada penilaian atau anggapan berdasarkan karakteristik perilaku orang lain. Misalnya, orang lain tersebut membahayakan dan gampang mempesona. Orang lain itu pelit, kasar dan sebagainya.

Diskriminasi yang paling mendasar adalah yang berdasarkan etnis, suku, ras dan gender.  Mengapa?
Karena etnis, suku, ras dan gender adalah takdir dan pemberian dari Sang Maha Pencipta. Perbedaan karena hal tersebut bukan suatu pilihan. Tidak ada orang yang lahir karena pilihannya sebagai berkulit putih, kuning, hitam, merah atau sawo matang. Begitupun menjadi laki laki atau perempuan.

Membenci seseorang karena etnis, suku, ras dan kelamin sama dengan membenci Yang Menciptakan nya. Bila saat ini ada beberapa orang yang menjelekkan etnis Arab misalnya, mungkin dia sedang konslet. Dan tidak perlu dibalas dengan cara yang konslet juga. Karena bagaimana pun warna rambut juga sama dengan warna kulit, bukan pilihan.

Baca juga: IPW Nilai Tak Diterimanya Laporan terhadap Rocky Gerung Sudah Tepat

Islam adalah agama pertama dan satu-satunya yang menolak diskriminasi dalam masalah tersebut. Ini karena Islam merupakan satu satunya agama yang dari kelahirannya memang ditujukan untuk seluruh manusia, bahkan alam semesta.

"Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (Saba': 28)

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (Al Anbiya, 107)

Ada yang bertanya, oke Islam tidak rasialis dan tidak berkasta. Tetapi mengapa Islam diskriminatif terhadap yang beragama lain?

Hal ini karena agama adalah pilihan, bukan takdir yang tidak bisa dipilih sebagaimana suku, ras dan kelamin. Dalam Al Kahfi, 29 Allah menjelaskan:

Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir..."

Baca juga: Prabowo Dinilai Jeli Melihat Situasi Politik, Rangkul PSI Yang Lagi Dicuekin Koalisi PDIP

Dan penggalan kedua ayat tersebut hanya menjelaskan konsekuensi atas pilihannya:
"...Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim (yang tidak mau beriman) itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek."

Sampai akil baligh semua manusia sama dihadapan Allah. Tetapi setelah itu tergantung pilihannya. Dan agama adalah pilihan, bukan paksaan. Apapun pilihannya, semuanya memilki konsekuensi. Yang beriman terikat dengan hukum dan aturan Allah dan yang memilih kafir atau tidak beriman, bebas membuat aturannya sendiri. Dan bagi yang tidak beriman, Allah tetap memberikan rahmatNya kepada mereka, dalam bentuk perlengkapan hidup didunia. Dari mulai udara, air, matahari, pancaindera sampai sandang pangan dan papan.
Dalam hal ini Allah tidak diskriminatif.

Tetapi bukan berarti orang yang beriman dan tidak beriman itu sama kedudukannya disisi Allah. Sebagaimana tidak bisa disamakan antara agama Islam dengan agama yang lain. Karena ketuhanannya/keimanan dan cara ibadahnya berbeda.

Baca juga: Sekjen DPP Bara JP Ingatkan Adanya Penumpang Gelap Kasus Rocky Gerung

Allah menyebut orang mukmin dengan khoirul bariyah (makhluk terbaik) dan Allah menyebut orang kafir dengan Syarrul bariyyah 
(makhluk terjelek)

Maka dalam Al Maidah, 100 Allah berfirman, "Katakanlah: Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu."

Meskipun begitu, sekali lagi, Allah tetap memberikan kepada mereka apa yang menjadi hak hak dasarnya tanpa diskriminasi. Seperti hak untuk beriman dan hak tidak beriman dan kepada yang tidak beriman pun dijamin kebebasannya dalam ketidak berimanannya.
Hak untuk hidup layak dengan mendapatkan cahaya matahari dan bulan, hak untuk tinggal dibumi serta memanfaatkan semua yang ada didalamnya. Siapa yang cepat dan terampil bisa dapat lebih banyak dan berkualitas, apapun agama nya. Teknis pemanfaatan nya terserah, tetapi bagi yang beriman Allah telah menetapkan aturan Nya.

Allah tidak mengatur urusan tetek bengek orang yang tidak beriman. Karena pasti tidak akan diikuti. Lha wong kepada Allah saja tidak percaya, apalagi pada aturan Nya?

Sama dengan orang yang tidak percaya dengan kehebatan Mukidi, dia juga tidak akan percaya dengan omongannya.
Simpel kan?
Gitu aja kok repot! Wallahua'lam bi shawab. (Gaf)

* Ketua Wilayah Sumbagsel DPP PKS