Helo Indonesia

SERI BERKELUARGA (2): Merawat Cinta Suami Istri

Annisa Egaleonita - Lain-lain
Senin, 18 September 2023 16:26
    Bagikan  
SERI BERKELUARGA (2): Merawat Cinta Suami Istri

Gufron Aziz Fuadi


Oleh Gufron Aziz Fuadi *

ADA teman, seorang suami, bercerita saat sedang asyik santai  dengan istrinya tiba tiba istrinya bertanya, mas beneran nggak sih mencintai aku?

Sang suami tentu saja agak kaget, mengingat usia pernikahan mereka sudah lebih dua puluh tahun, kok tiba tiba menanyakan masalah cinta. Namun begitu si suami tetap menjawab, kalau dia sangat mencintai istrinya itu.
Ternyata setelah dijawab, cinta, pertanyaannya berlanjut, betulan cinta, karena apa? Secara dulu kan teman  mas, cantik cantik...
Kalau mas nggak tahu alasannya, jangan jangan mas tuh bukan cinta tapi cuma kasihan aja.

Maka kata suaminya, dik meskipun kamu tidak secantik Dessy Ratnasari, suamimu ini betul betul cinta, cinta karena Allah. Dan jangan lagi tanya cinta karena apa. Karena cinta sejati itu adalah cinta tanpa karena (hehe seperti judul sinetronnya Amanda Manoppo ya).

Baca juga: Saling Lapor, Ini Kronologis Versi Ketua Gerindra Pesawaran vs Pemuda

Memang ada ungkapan bijak yang mengatakan,
Cinta, karena dia mencintaimu itu bukan cinta, tapi empati.
Jika dia mencintaimu karena harta dan uang, itu bukan cinta, tapi tertarik.
Jika dia mencintaimu karena penampilanmu, itu juga bukan cinta, tapi obsesi.
Jika dia mencintaimu karena kebaikanmu, itu juga bukan cinta, tapi kagum.
Jika dia mencintaimu karena pandangan pertama, itu juga bukan cinta, tapi gairah.
Tetapi bila dia mencintaimu tetapi bingung karena apa mencintaimu, bisa dipastikan itulah cinta yang sebenarnya.
Heh, itulah cinta tanpa karena!

Banyak pasangan tua merasa ungkapan cinta sudah tidak dibutuhkan lagi. Karena dalam pikirannya kebutuhan lain sudah banyak. Tanpa sadar bahwa cinta itu seperti rumah, mobil, motor atau benda lain yang perlu dirawat. Sesuatu yang tidak dirawat usia pakainya tidak bisa bertahan lama. Kalau dirawat dengan baik, bahkan bila menjadi barang antik dan bertahan lama, nilainya semakin tinggi.

Merawat cinta bagi pasangan suami-istri itu penting, karena mereka akan tetap bersama, saat anak anak nya satu persatu pergi dengan kehidupannya sendiri. Suami atau istrilah yang akan menemani, saling membantu dan setia mendengarkan cerita yang entah sudah berapa belas kali diulangi.

Merawat cinta itu penting dan tidak harus ribet. Karena merawat cinta bisa dengan memberikan pujian, ungkapan kata sayang atau cinta dengan tindakan. Bisa juga dengan pergi berdua tanpa membawa anak atau cucu, entah sekedar makan bersama, nonton berdua atau berwisata. Bisa juga umrah berdua bila ada wakti dan uang.

Baca juga: Darussalam Beri Alasan Erick Tohir Paling Pas Wakil Prabowo

Jangan pelit memberikan pujian dan kata kata romantis. Rasulullah Saw adalah orang yang tidak pelit dalam memberikan pujian dan kara romantis kepada istrinya. Diriwayatkan, pada suatu hari saat bersama Aisyah Radhiallahuanha wajah nabi yang kebetulan sedang berkeringat tertimpa sinar matahari dan membuat Aisyah ra merasa sangat kagum karena wajah beliau bagaikan ditaburi banyak mutiara.

Sehingga Aisyah mengatakan, seandainya saat ini ada seorang penyair tentu akan membuat syair yang sangat indah tentang pemandangan ini.
Lantas nabi Saw menimpali, wahai Aisyah apakah kamu menyukainya?
Setelah Aisyah menjawab, ya aku sangat menyukainya.

Maka Rasulullah Saw mengatakan, ketahuilah bahwa sesungguhnya cintaku kepadamu jauh lebih dari rasa cintamu...Begitulah secara naluri, wanita sangat menyukai pujian dan perhatian.

Disamping itu, deep talk berdua juga penting dan bisa dilakukan untuk merawat cinta.
Deep talk, menurut Urban Dictionary adalah bentuk komunikasi yang melibatkan diskusi tentang masalah, gagasan, perasaan, atau nilai-nilai yang mendalam dan pribadi. 

Baca juga: Cocok Buat yang Suka Traveling, MChaos Rilis Powerbank Dapat Digunakan Sambil Berjalan

Dan tujuan dari deep talk adalah memperdalam hubungan antara individu yang terlibat di dalamnya. Dengan deep talk ini kita kita bisa membangun rasa dan sikap saling pengertian atau tafahum.

Meskipun kata orang, watak itu tidak mudah berubah, tetapi ruang dan waktu bisa merubah gaya dan perilaku seseorang. Memperlakukan pasangan kita dengan pemahaman kita terhadap kondisi uang sudah lalu sering kali menimbulkan masalah. Karena manusia sebagai makhluk biologis, akan selalu berkembang setiap waktu.

Oleh karena itu nasihat KH. Hasan tentang rukun keluarga perlu mendapat perhatian serius. Kata beliau agar tercipta keluarga yang sehat, maka semua anggota keluarga harus melakukan tiga hal:
Pertama, Ta'aruf, berusaha saling mengenal secara terus menerus, karena kondisi susah dan senang, sempit dan lapang kadang sifat seseorang bisa berbeda. Mood atau suasana hati atau keadaan emosi seseorang tidak selalu sama dalam berbagai kondisi.

Baca juga: Sepeda Listrik Bertenaga Seperti Motor, Begini Spesifikasi dan Harga Yadea Minio

Kedua, Tafahum, saling memahami atau saling pengertian. Sikap saling pengertian ini tidak akan muncul tanpa kita mengenal yang lain secara baik dan benar. Tanpa saling pengertian, komunikasi pasangan suami-istri mudah macet karena banyak hambatan. Dan komunikasi yang macet ini menjadi salah satu biang keladi terjadinya perceraian dalam rumah tangga. Bahkan setelah pernikahan berlangsung lama.

Ketiga, Takaful, saling tolong menolong atau saling melindungi. Keluarga pada dasarnya seperti baju besi atau benteng yang memberikan keamanan dan kenyamanan. Produktivitas para anggota keluarga akan terjamin bila keluarga menjadi tempat yang aman dan nyaman, tidak banyak kegaduhan yang tidak perlu. Rasa aman dan nyaman ini akan didapatkan bila tumbuh saling pengertian dan komunikasi berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti.

Betapapun kadang kenyataan hidup tidak seindah janji pak joko, tetapi bila rukun keluarga ini bisa diterapkan, janji janji yang tidak atau belum tertunaikan bisa dimengerti dan dimaklumi. Karena saat berjanji dulu, mungkin asal njeplak. Seperti janji yang ditulis oleh Rinto Harahap:

Kau janjikan berbulan madu
Ke ujung dunia
Kau janjikan sepatuku dari kulit rusa
Tapi janji tinggal janji
Bulan madu hanya mimpi
Tapi janji tinggal janji di bibirmu...

Wallahua'lam bi shawab
(Gaf)