Waspada, Siswa SD Tiru Tren Sayat Tangan dari Medsos

Minggu, 8 Oktober 2023 10:52
(Facebook) Foto : Tangkapan Layar

HELOINDONESIA.COM - Kasus anak SD menyayat tangan sendiri yang diduga akibat terpengaruh konten di media sosial TikTok memantik keprihatinan publik. 

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak pihak sekolah untuk mengawasi aktivitas anak di jam belajar. Selain itu, imbuh dia pihak sekolah harus membatasi akses siswa terhadap media sosial.

"Kami merekomendasikan sekolah perlu tegas dalam membatasi bahkan harus melarang anak-anak mengakses media sosial terutama di jam belajar," ujar Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim, dikutip Minggu (7/10/2023).

Satriwan berharap dengan pembatasan akses media sosial bisa meminimalisir potensi siswa meniru konten negatif yang ada di platform tersebut.

Baca juga: Cegah Kasus Bullying, Polres Kendal Berikan Sosialisasi kepada Siswa SMA Negeri 1 Weleri

Selain itu dia melanjutkan, sekolah juga harus memiliki sistem penderteksi dini terkait perilaku menyimpang dan potensi kekerasan.

Sebagai informasi, baru-baru tengah heboh adanya kasus bocah SD yang nekat menyayat tangan sendiri itu terjadi di Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Setidaknya ada 11 anak SD Dawuhan 2 yang melakukan hal tersebut akibat terpengaruh konten media sosial.

Menurut Satriwan perkembangan media sosial sangat berdampak pada anak-anak. Dengan akses media sosial yang sangat mudah, dikatakamnnya, anak-anak juga rawan terdampak hal negatif dari konten di medsos.

Baca juga: Pemprov DKI Bantah Isu Bullying Penyebab Siswi SD di Jaksel Jatuh Dari Lantai 4 Sekolah

"Kasus ini (sayat tangan) menunjukkan dampak negatif terkait dengan konten media sosial yang bisa diakses oleh anak secara meluas termasuk juga di jam jam sekolah. Itu salah satu faktornya," tutupnya.

Berita Terkini