Helo Indonesia

KIPO: Iklan Korean Ramyeon Indonesia dengan NewJeans Dapat Menyesatkan Konsumen

Satwiko Rumekso - Ragam -> Makanan
Rabu, 13 November 2024 11:21
    Bagikan  
Korean Ramyeon
Instagram

Korean Ramyeon - Produk buatan Indomie diiklankan NewJean

HELOINDONESIA.COM - Kantor Hak Kekayaan Intelektual Korea (KIPO) menyatakan kekhawatiran bahwa nama produk baru merek mi instan Indonesia Indomie, “Ramyeon Korea,” dapat menyesatkan konsumen lokal dengan mengira mi tersebut dibuat di Korea.

Produk tersebut, yang dipromosikan oleh grup K-pop populer NewJeans, telah menarik perhatian signifikan, mengumpulkan lebih dari 6 juta tampilan di Instagram hingga 12 November.

KIPO mengatakan pada hari Senin, “Tidak selalu menjadi masalah bagi perusahaan asing untuk mendaftarkan merek dagang dalam bahasa Korea, sama seperti perusahaan Korea dapat mendaftarkan merek dagang dalam bahasa Inggris.

Namun, ada risiko yang cukup besar bahwa konsumen Indonesia dapat salah mengira 'Ramyeon Korea' sebagai produk Korea.”

Tanggapan ini muncul setelah keluhan baru-baru ini diajukan oleh seorang netizen Korea melalui petisi publik, yang menuduh bahwa produk tersebut melanggar hak kekayaan intelektual Korea.

Produsen mi terbesar di Indonesia, Indomie, memperkenalkan “Ramyeon Korea” dengan tiga varian rasa pada 31 Oktober, menunjuk NewJeans sebagai duta merek.

Baca juga: Berebut Masuk Universitas di Korea: Orang Tua ke Kuil dan Gereja, Anak Bawa Jimat K-Pop

Kemasannya secara mencolok menampilkan nama “Ramyeon Korea” dalam huruf Korea, dengan istilah “Ramyeon” ditulis dalam pelafalan Korea, bukan “Ramen” dalam bahasa Jepang.

Dalam iklan tersebut, anggota NewJeans mengangkat mi sambil berkata dalam bahasa Korea, “Enak sekali!” — frasa yang mungkin membuat konsumen percaya bahwa produk tersebut asli Korea.

"Saat ini belum jelas apakah 'Korean Ramyeon' telah didaftarkan sebagai merek dagang di Kantor Hak Kekayaan Intelektual Indonesia," kata KIPO. "Untuk menentukan apakah ini termasuk pelanggaran hak kekayaan intelektual, diperlukan kajian yang lebih mendalam."

Pemerintah Korea berencana untuk membahas masalah ini dengan pihak berwenang Indonesia dalam pertemuan bilateral mendatang, dengan harapan dapat mencapai solusi.***