HELOINDONESIA.COM - Menjadi favorit sejak tahun 2014 silam, Sate Taichan hingga kini masih banyak penggemarnya.
Bermula dari kreasi penjual sate di Senayan, Jakarta, saat itu mendapatkan pesanan dari orang Jepang.
Si pemesan orang Jepang bernama Taichan itu meminta sate ayam tanpa bumbu manis.
Alasan si orang Jepang, sate yang memakai bumbu kacang atau kecap dinilai sarat dengan gula.
Baca juga: Perang AS–Israel versus Iran Dimulai, Saling Kirim Rudal Balistik
Sate taichan sering dianggap sebagai alternatif kuliner yang lebih ringan dan bisa untuk diet meski harus dinikmati di malam hari.
Dibakar tanpa bumbu kacang atau kecap, sate Taichan menghasilkan warna daging ayam putih pucat, namun rasanya gurih-pedas dan segar.
Tak heran, sate ini populer sebagai jajanan malam, dihidangkan dengan sambal cabai rawit yang pedas, perasan jeruk nipis serta garam.
Selain berwarna putih pucat, keunikan Sate Taichan daging ayamnya tidak dimarinasi kecap atau bumbu pekat, seringkali hanya garam, jeruk nipis, dan kaldu bubuk.
Baca juga: MHQ 2026 di MAJT Jadi Magnet, 372 Peserta dari Penjuru Negeri Ikuti Babak Penyisihan
Untuk menambahkan cita rasa yang segar, bumbunya ditambahkan sambal rawit spesial.
Biasanya, sate taichan disajikan dengan lontong atau nasi dan kini banyak ditemukan dengan variasi seperti taichan kulit atau keju.
