Helo Indonesia

Kahitna Hadir di Konser Amal “LoveHeals” Yayasan Kanker Indonesia Semarang

Senin, 26 Januari 2026 18:59
    Bagikan  
Kahitna Hadir di Konser Amal “LoveHeals” Yayasan Kanker Indonesia Semarang

Tim dari YKI Semarang berpose di rumah singgah. Grup musik Kahitna dan Pagiboeta akan hadir dalam Konser Amal LoveHeals

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Memperingati World Cancer Day sekaligus Bulan Dana Yayasan Kanker Indonesia, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Semarang selaku Koordinator Jawa Tengah menggelar Konser Amal LoveHeals, sebuah konser penggalangan dana yang didedikasikan untuk mendukung keberlangsungan Rumah Singgah YKI bagi pejuang kanker.

Konser amal ini akan digelar pada Minggu, 15 Februari 2026 di Marina Convention Center, Semarang.

Acara ini akan menghadirkan spesial performance dari grup musik Kahitna dan Pagiboeta, yang diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk tidak hanya menikmati musik, tetapi juga berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan bagi para pejuang kanker.
kaht

Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Semarang, Dr dr Eko Adhi Pangarsa, SpPD-KHOM, FINASIM, menjelaskan bahwa konser LoveHeals digagas sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pasien kanker yang memerlukan pengobatan di kota Semarang dan memiliki keterbatasan ekonomi.

“Acara ini digagas oleh Yayasan Kanker Indonesia Cabang Semarang, Koordinator Jawa Tengah, dalam rangka penggalangan dana yang kami tujukan untuk Rumah Singgah YKI yang berada di kawasan Puri Anjasmoro. Jadi ini adalah acara yang memang kami khususkan dan dedikasikan sepenuhnya untuk kegiatan penggalangan dana,selain itu memang bulan Februari dikenal sebagai bulan Kanker Dunia (World Cancer Day)” ujar dr Eko dalam keterangannya Senin 26 Januari 2026.

Baca juga: Agustina Perkuat Kampung Batik Rejomulyo sebagai Sentra Batik Ramah Lingkungan


Menurutnya, pesan utama yang ingin disampaikan melalui konser LoveHeals sangat sederhana, namun mendalam.
“Kalau satu kata atau satu kalimat, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih memberikan perhatian dan rasa sayang kepada penderita kanker,” ungkapnya.

Lebih lanjut dr Eko menjelaskan bahwa selama ini sebagian besar pasien kanker memang telah mendapatkan layanan pengobatan melalui sistem jaminan kesehatan. Namun, tantangan yang dihadapi pasien kanker tidak berhenti pada aspek medis semata.

“Dampak kanker itu tidak cukup hanya dengan pengobatan. Pasien membutuhkan tempat tinggal selama menjalani terapi, mereka harus antre, menunggu, dan menjalani proses panjang sebelum bisa kembali ke rumah. Beban ini sering kali tidak terlihat, tapi sangat berat bagi pasien dan keluarga,” bebernya.

Support System

Di sinilah Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia hadir sebagai support system yang krusial.
“Rumah singgah ini kami tujukan bagi penderita kanker yang tidak mampu, khususnya yang berasal dari luar kota dan menjalani pengobatan di Semarang. Kehadiran rumah singgah diharapkan bisa meringankan beban mereka selama proses pengobatan,” tambah dr Eko.

Saat ini, Rumah Singgah YKI Semarang memiliki daya tampung sekitar 18 kamar. Sebelum pandemi, satu kamar dapat diisi oleh dua pasien, namun pascapandemi dan penerapan prinsip kesehatan, kamar didedikasikan untuk satu pasien atau pendamping yang menunggu.

Baca juga: Wagub Taj Yasin Tinjau Banjir Bandang Pemalang, Minta Pemerintah Perkuat Hutan Lindung

Adapun kriteria penghuni rumah singgah antara lain pasien berasal dari luar kota dan menjalani pengobatan di rumah sakit di Semarang, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, seperti RSUP Dr Kariadi, RS Tugu, RSWN, dan lainnya.

Selain penyediaan rumah singgah, YKI Semarang juga menjalankan berbagai program edukasi dan pendampingan.

“Perhatian kepada penderita kanker tidak hanya soal pencegahan dan deteksi dini, yang faktanya masih kurang. Banyak pasien datang pada fase kanker yang sudah sulit sembuh. Ketika itu terjadi, pengobatan menjadi panjang dan berat, baik secara fisik maupun ekonomi,” jelas dr Eko.

YKI Semarang secara aktif melakukan edukasi ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar SMA hingga ibu-ibu, untuk meningkatkan kesadaran akan kanker. Di sisi lain, yayasan juga memperkuat dukungan psikologis melalui pendampingan pasien dan keluarga.

“Kami berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat, tidak hanya dalam sistem pelayanan pengobatan, tetapi juga di luar itu—melalui rumah singgah, pendampingan keluarga, hingga dukungan psikologis,” katanya.

Baca juga: KPID Jateng Imbau Isi Siaran Edukatif dan Menyejukkan Selama Ramadan 2026

Melalui Konser Amal LoveHeals, YKI Semarang mengajak masyarakat untuk turut berkontribusi secara nyata.

“Jika masyarakat hanya bisa melakukan satu hal sederhana, menurut saya dukungan dana adalah yang paling berdampak. Dana ini nantinya akan dialokasikan untuk kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan oleh pasien kanker,” ujar dr Eko.

Dr  Eko juga menegaskan bahwa isu kanker adalah persoalan bersama yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Jumlah penderita kanker akan terus bertambah, dan itu ada di sekitar kita. Karena itu, kita harus hadir bersama-sama, terutama dalam upaya pencegahan dan dalam mendukung mereka yang sedang berjuang,” tutupnya.

Seluruh hasil penggalangan dana dari Konser Amal LoveHeals akan disalurkan untuk mendukung operasional Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia (YKI) serta berbagai program pendampingan bagi pasien kanker di Jawa Tengah.

Informasi terkait pembelian tiket dan partisipasi tenant Konser Amal LoveHeals dapat diakses melalui akun Instagram YKI Semarang. (Aji)