Helo Indonesia

Asap Kebakaran TPA Bandarjaya Selimuti Tol Bakter, Picu Kecelakaan

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
8 jam 9 menit lalu
    Bagikan  
TOL
HELO LAMPUNG

TOL - Kebakaran sampah yang membuat Tol Bakter sempat ditertutup asap (Zen sunarto/helo)

LAMTENG, HELOINDONESIA.COM — Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Kelurahan Bandarjaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, menyebabkan asap tebal menyelimuti ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) hingga mengganggu jarak pandang pengendara hingga kecelakaan lalu lintas. 

Kebakaran yang terjadi sejak Minggu (18/10/2026), pukul 10.00 WIB itu melanda area sekitar 1,5 hingga 2 hektare. Hingga Senin (19/10/2026), petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api dan mengurai tumpukan sampah untuk menjangkau bara yang tersisa di bagian dalam.

undefined

Asap tebal di Tol Bakter

Dampak paling serius terjadi di ruas Tol Bakter, khususnya KM 131–132. Kepulan asap yang terbawa angin menutupi sebagian jalur kendaraan dan membuat pengemudi kesulitan melihat kondisi jalan di depan.
Kabut asap tersebut bahkan dilaporkan memicu kecelakaan yang melibatkan Toyota Rush dan truk Fuso pada Minggu sore.

Dua orang dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit. Peristiwa ini memperlihatkan bahwa kebakaran di kawasan pembuangan sampah bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan transportasi.

Informasi kecelakaan tersebut dikonfirmasi Kapolres Lampung Tengah AKBP Zaldi Kurniawan, sebagaimana diberitakan detikSumbagsel pada Minggu malam. Polisi menyebut keterbatasan jarak pandang akibat asap sebagai faktor yang menyebabkan Toyota Rush menabrak bagian belakang truk Fuso.

Baca juga: Mukhlis Basri: Kecelakaan Akibat Asap Tebal di Tol Bakter, Periksa Pengelolanya

Selain mengancam keselamatan pengendara, asap kebakaran sampah juga berpotensi mengganggu kualitas udara di lingkungan sekitar. Paparan asap pembakaran sampah dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Namun, tingkat pencemaran udara dan dampak kesehatan di sekitar lokasi belum dapat dipastikan tanpa hasil pengukuran dan pemeriksaan medis.
Besarnya dampak kebakaran membuat upaya pemadaman melibatkan banyak pihak.

Pemkab Lamteng mengerahkan armada pemadam kebakaran yang tersedia, dengan dukungan pemerintah kabupaten/kota lain, TNI, Polri, serta perusahaan di sekitar wilayah tersebut.

Menurut Kabid Pemadam Kebakaran Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, Edy Ismail Idris, seluruh kekuatan yang tersedia dikerahkan untuk mengatasi kebakaran. “Semua kekuatan kita terjunkan,” ujar Edy, Senin (19/10/2026).

undefined

Bantuan armada datang dari Pemkot Bandarlampung, Pemkot Metro, Pemkab Lampung Selatan, Pemkab Pesawaran, Lanud Pangeran M. Bun Yamin, TNI Angkatan Darat, Brimob, Polres Lamteng, serta perusahaan GGP dan GMP.

Pemadaman menghadapi kendala karena tumpukan sampah yang menggunung, sebagian dalam kondisi kering. Angin yang bertiup kencang juga berpotensi memperluas sebaran asap dan menyulitkan petugas mengendalikan kobaran api.

Untuk mengatasi kendala tersebut, ekskavator milik Pemkab Lamteng dibantu alat berat dari Pemprov Lampung digunakan untuk membongkar dan mengurai tumpukan sampah untuk mencegah api merambat ke area lain.

Penanganan kebakaran juga mendapat dukungan Pemprov Lampung. Berdasarkan laporan Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, api berangsur terkendali pada Senin pagi, tetapi masih terdapat bara di bagian ujung tumpukan sampah yang memerlukan penanganan lanjutan.

Petugas karena itu tidak cukup hanya menyiram permukaan sampah. Penguraian timbunan dan pendinginan perlu dilanjutkan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap pengelolaan sampah, terutama saat cuaca kering.

Kebakaran di lokasi pembuangan sampah dapat menimbulkan dampak berlapis, mulai dari pencemaran udara, gangguan aktivitas masyarakat, hingga risiko kecelakaan ketika asap mencapai jalan raya.

Edy mengimbau masyarakat Lampung Tengah agar tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membakar sampah, terutama pada musim kemarau. Api kecil sekalipun dapat memicu kebakaran ketika mengenai material kering yang mudah terbakar.

“Ini imbauan Bapak Bupati bagi warga masyarakat Lampung Tengah,” katanya. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap yang mencurigakan. Sementara itu, pengguna Tol Bakter diminta meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, dan menjaga jarak aman apabila melintasi kawasan yang terdampak asap.

Peristiwa ini menjadi evaluasi penting bagi pengelola TPA dan pemerintah daerah untuk memperkuat pencegahan kebakaran, kesiapsiagaan armada, serta pemantauan dampak asap terhadap lingkungan dan keselamatan pengguna jalan.
(Zen Sunarto)