Helo Indonesia

Sebut Upah Rendah Kerja Berat, Puan Akan Kawal Pengangkatan Guru Honorer Jadi ASN atau PPPK

Winoto Anung - Nasional
Rabu, 3 Mei 2023 12:10
    Bagikan  
Ketua DPR Puan Maharani.
Ketua DPR Puan Maharani.

Ketua DPR Puan Maharani. - Ketua DPR Puan Maharani.

HELOINDONESIA.COM - Terkait Hari Pendididkan, Ketua DPR Puan Maharani berharap pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun ini akan lebih maksimal demi menunjang peningkatan kesejahteraan para guru.

Saat ini, kata Puan banyak guru honorer mendapat upah rendah, padahal sudah kerja berat. Selaku Ketua DPR,  Puan Maharani menegaskan, pihaknya akan mengawal proses pengangkatan guru honorer menjadi ASN atau PPPK agar terealisasi sesuai target.

“Selain lewat alat kelengkapan dewan atau komisi terkait, saya secara pribadi akan ikut mengawal proses pengangkatan guru honorer menjadi ASN PPPK sehingga kebutuhan tenaga guru untuk mendidik anak-anak kita juga semakin cepat terpenuhi,” tegasnya.

Menurut dia, masih banyak guru honorer yang mendapat upah rendah, khususnya di daerah-daerah. Padahal, pekerjaan guru di daerah cukup berat dengan tantangan kurangnya tenaga pendidik dan aspek geografis yang tidak mudah.

Sehingga, lanjutnya, tidak sedikit dari mereka yang mencari pendapatan lebih dengan bekerja serabutan. Hal ini lah yang menurutnya harus dibenahi. Salah satunya dengan menjadi ASN (aparatur sipil Negara) atau PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja), guru akan lebih sejahtera dan kemudian bisa memberikan pelayanan terbaik bagi pendidikan negeri

Puan Maharani juga mendorong Pemda (Pemerintah daerah) untuk semakin memperbanyak alokasi anggaran belanja tenaga pendidik sehingga kuota pengangkatan guru PPPK semakin lebih maksimal.

Selain itu, Puan juga mendorong agar seleksi pengangkatan guru PPPK memprioritaskan guru-guru honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun sebagai tenaga pendidik. Ia menyebut, jasa dan pengabdian guru-guru senior yang hingga saat ini belum diangkat menjadi ASN seharusnya turut dipertimbangkan.

“Kami di DPR juga akan terus berupaya mengawasi proses seleksi PPPK 2023 ini bagi para guru honorer. Oleh karena itu, kami meminta Pemerintah melakukan penyerapan tepat dengan memprioritaskan mengangkat guru honorer yang sudah lama mengabdi,” papar Puan Maharani .

Disisi lain Ia juga menilai pengangkatan guru honorer menjadi PPPK bukan sekadar dapat menyelesaikan persoalan kesejahteraan guru semata. Pengangkatan guru honorer menjadi PPPK disebut dapat meningkatkan profesionalitas guru di dalam satuan pendidikan.

Menurutnya, Kesejahteraan dan profesionalisme merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena kalau guru sejahtera, mereka akan semangat dan gembira saat bekerja. Tentu dampaknya akan menjadi lebih baik.

Pemenuhan kebutuhan guru masih belum maksimal mengingat guru ASN berstatus PPPK yang telah dan diangkat masih kurang dari 50 persen dari kebutuhan guru yang mencapai lebih dari 1,2 juta guru.

Pemerintah telah menyatakan akan mengoptimalkan kuota pengangkatan guru PPPK tahun 2023 sebanyak 601.286 guru untuk pemenuhan guru ASN.

Tidak hanya itu, Puan Maharani juga menyoroti perlunya peningkatan fasilitias sarana dan prasarana di sekolah demi menunjang pendidikan. Sebab, menurut Puan, masih banyak sekolah di daerah-daerah dengan sarana dan prasarana pendidikan yang kurang baik, khususnya yang terletak di pelosok negeri. (*)

(Winoto Anung)