Helo Indonesia

Petani Terdampak Banjir di Grobogan akan Dibantu Bibit dan Pupuk

Ajie - Nasional
Senin, 10 Maret 2025 22:10
    Bagikan  
Petani Terdampak Banjir di Grobogan akan Dibantu Bibit dan Pupuk

Wamentan Sudaryono berdiskusi dengan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen dalam kunjungan kerja di Semarang. Foto: pemprov

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Para petani yang gagal panen karena terdampak banjir di Kabupaten Grobogan dalam beberapa hari terakhir, akan memperoleh perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Pertanian.

“Masalah sawah (terdampak banjir), tentu akan kami lihat nanti. Kita akan tanggung jawab karena kita punya BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang menangani (bidang pangan) itu. Nanti kita hitung, kita bantu, Insyaallah. Nggak perlu khawatir,” kata Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, di sela-sela kegiatan mendampingi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, menengok gerai pangan murah di PT Pos Indonesia Kantor Cabang Utama Semarang, Senin 10 Maret 2025.

Baca juga: Jumlah Pasien Melonjak, Gubernur Minta Peningkatan Layanan RSUD Dr Moewardi Surakarta

Wagub mengatakan, untuk menunjang upaya itu, Pemprov Jateng dan Pemkab Grobogan perlu menghitung banyaknya warga yang terdampak banjir, menyusul jebolnya tanggul Sungai Tuntang dan Klitih, serta luapan Sungai Tuntang, Lusi dan Glugu tersebut.

Sementara itu, Wamentan, Sudaryono berharap, usai banjir surut, petani tidak terbebani ongkos menanam lagi. Karenanya, perlu upaya bibit yang disalurkan tanpa biaya.

“Kemudian mendayagunakan alsintan (alat mesin pertanian) yang sudah ada, supaya cepat mengolah tanahnya agar tidak lama,” tambahnya.

Baca juga: Ratusan Karyawan Hotel Marcopo Akai Tuntut THR Sejak Tahun 2021

Selain upaya intervensi bibit dan alsintan, pihaknya mengaku telah berkomunikasi dengan PT Pupuk Indonesia, sebagai produsen dan penyalur pupuk. Perusahaan negara tersebut diminta mengupayakan, agar petani yang terdampak banjir mendapatkan akses pupuk.

“Bagaimana (petani) yang gagal panen itu bisa mendapatkan semacam perlakuan khusus, apakah pakai program CSR (Corporate Social Responsibility) atau apa,” tutur Sudaryono.

Sebagai informasi, bencana banjir telah melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan, menyusul jebolnya tanggul Sungai Tuntang dan Klitih, serta luapan Sungai Tuntang, Lusi dan Glugu tersebut.

Berdasarkan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, per Minggu (9/3/2025 pukul 23.00 WIB, banjir melanda enam kecamatan, meliputi Kedungjati, Toroh, Purwodadi, Tawangharjo, Gubug, dan Tegowanu.

Banjir yang terjadi sejak Sabtu (8/3/2025) itu disebabkan hujan dengan intensitas tinggi, yang mengakibatkan jebolnya tanggul Sungai Tuntang dan sungai Klitih, serta luapan Sungai Tuntang, Lusi dan Glugu. (Aji)