HELOINDONESIA.COM - Rakyat Indonesia tidak boleh kekurangan gizi. Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di acara Peringatan Hari Susu Nusantara, di Bunderan Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat pada, Minggu (15/6/2025).
Baca juga: Kegaduhan Aceh vs Medan, Belajar dari Penelitian Desa Tertukar
Zulhas mengatakan bahwa, Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto menyampaikan pesan kepada dirinya agar rakyat Indonesia tidak boleh kekurangan gizi. Karena kondisi tersebut akan berdampak langsung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa yang akan datang.
Baca juga: Sambut HUT ke-343 Bandarlampung, Pemkot Rehab Graha Mandala Alam
"Presiden Prabowo tidak ingin ada rakyat Indonesia kekurangan gizi karena berdampak tidak cerdas, tidak kuat di era persaingan yang begitu luas sekarang ini," ucapnya.

Baca juga: Humas dan Tim Hukum UIN RIL Adukan Pemberitaan Fiktif ke Dewan Pers
Dengan begitu, lanjut Zulhas, dalam acara memperingati Hari Susu Nusantara merupakan momen penting untuk program pangan nasional karena berperan besar dalam menciptakan generasi sehat, kuat, dan cerdas menghadapi tantangan global.
Baca juga: Fun Mini Soccer Ala Sikambhara Mulai Digelar di Mapolda Lampung
"Program pokok Presiden Prabowo Subianto tentang pangan ini artian sangat luas. Ada karbohidrat, protein, termasuk juga susu sangat penting di dalamnya," jelasnya.
Baca juga: Pertama Kalinya, Begawi dan Expo HUT ke-343 Balam di Gedung Mandala Alam
Namun demikian, kata Zulhas, persoalan gizi bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah semata, tapi membutuhkan sinergi seluruh elemen termasuk swasta, masyarakat serta pelaku industri susu secara nasional.
Baca juga: Pimpin PB Kodrat, Target Bamsoet Ingin Bawa Tarung Derajat Go International
Contohnya, lanjut politisi PAN ini seperti negara Korea Selatan dan China kini melesat lantaran berhasil memperbaiki kualitas gizi generasinya, salah satunya yaitu dengan mengkonsumsi produk olahan susu secara luas.
Baca juga: Gubernur Tekankan Peran Strategis PW IPHI Jateng di Era Disrupsi
"Pengalaman sedikit saya di tahun 1983 sudah dagang dengan Tiongkok, Korea Selatan, Thailand, Vietnam," imbuhnya. (*/is) ***
