HELOINDONESIA.COM - Pemerintah memutuskan untuk merenovasi Jakarta International Stadium (JIS) agar memenuhi standar spesifikasi penyelenggaraan piala dunia U-17.
Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan tugas untuk merombak rumput JIS sesuai standar FIFA.
Namun tugas PUPR mengurusi rumput JIS malah memantik sorotan. Sebab selama ini kinerja PUPR kerap dikaitkan dengan pembangunan dan infrastruktur.
Alhasil tugas PUPR mengganti rumput lapangan stadion JIS mengundang komentar di media sosial. Tak sedikit yang mempertanyakan mengapa pemerintah memutuskan PUPR sebagai unit untuk membenahi rumput lapangan JIS.
"Menteri PUPR tidak punya kompetensi apalagi otoritas untuk bicara terkait kelayakan rumput stadion bola.. Itu domainnya FIFA. tim kompetisi FIFA...Vidio ini buktinya Tes Kesehatan Rumput dan Kepadatan Tanah Lapangan Utama di JIS," cuit akun @****sa_.
"JIS itu pembangunannya menggunakan anggaran PEMDA DKI bkn anggaran Pemerintah pusat, knapa dan ada apa dg para menteri pembantu jokowi ini....???" sahut akun @****bejo.
Bahkan seorang warganet melontarkan komentar konyol terkait pekerjaan baru PUPR tersebut. "PUPR itu kan Pekerjaan Umum Pengecekan Rumput," timpal akun @****kecah.
Baca juga: Setelah Dicopot Firli Bahuri, Kini Brigjen Endar Priantoro Kembali Diterima di KPK
Warganet lainnya menyarankan agar PUPR tidak dibebankan tugas terkait renovasi stadion JIS namun mengerjakan persoalan lain yang lebih penting dan menyentuh masyarakat. "Mending PUPR bantu Pemda bikin transportasi terintegrasi lebih baik..." cuit akun @***21.
Sebagai informasi Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S Atmawidjaja membenarkan pihaknya diberi tugas untuk mengurus rumput JIS lantaran dinilai belum memenuhi standar FIFA.
"Memang harus dilakukan penyesuaian terhadap kualitas rumput. Itu akan kita ganti dengan yang mirip di GBK," kata Endra.
Baca juga: Tiga Bacawalkot Bandarlampung dari Golkar, Salah Satu Putra Gubernur
Endra mengakui mengingat tenggat waktu yang ada untuk merenovasi stadion JIS hanya tiga bulan, tidak cukup merubah rumput dengan pola konvensionsal. Karena itu, menurut dia, pihaknya memilih untuk mengganti rumput tersebut dengan rumput yang biasa digunakan untuk lapangan golf.
"Karena waktunya terbatas, maka pilihanya cari yang cepat karena waktunya tinggal 3 bulan. Jadi kita akan coba gunakan dengan rumnput yang biasa di lapangan golf," tandas Endra di Jakarta, Selasa (4/7/2023).
