HELOINDONESIA.COM - Sosiolog Musni Umar terus mengikuti kegiatan bakal capres Anies Baswedan. Dia ingin terus membuat catatan tentang aktivitas dan pemikiran atau gagasan tokoh yang tampaknya sangat dia idolakan.
Dengan produktivitasnya dalam tulisan di Twitte atau analisanya dalam video-video yang dia unggah, memudahkan jalan pikirannya tentang Anies Baswedan. Dan ternyata setiap kali unggahannya di twitter diserbu netizen. Dan yang terbanyak adalah para netizen yang berseberanan denannya.
Seperti dalam tulisannya yang terakhir bertajuk: Anies Baswedan Kaya Gagasan untuk Memajukan Kesejahteraan Umum. Tulisannya ini sosiolog Musni Umar dkiserbu netizen dengan berbagai kritikan, sindiran, hingga olok-olok.
“Ayo Mus ..... bikin lagi buku SATRIO PININGIT,” tulis nettizen @AryaWidipa.
Baca juga: David Silva Resmi Gantung Sepatu di Usia 37 Tahun Akibat Cidera Lutut
“Semangat Mus...siapa tau dapat jatah menteri. Tapi anda perlu ingat bahwa waktu calon gubernur pun banyak gagasan. Tapi sulit di eksekusi. Bisa jelaskan DP 0 dan ok oc??itu yg kau bilang kaya gagasan??” tulis netizen @PetrusRadison.
“Panjang bngt ngelesny mar.. Eh mar sbg antitesa jokowi brani gak jamin seandainy anies menang TIDAK melakukn perubahan: 1.stop hilirisasi, 2.mengurangi saham pmrinth di freeport n menyerahkn blok cepu rokan hilir freemont etc..kembali dikelola asing, 3.mangkrakin IKN. Itu dl deh...,” tulis @HidalgoHarmen.
Berikut ini tulisan yang diunggah Jumat pagi, 28 Juli 2028. Tulisan ini cukup Panjang untuk ukuran Twitter, dan banyak yang merupakan ‘ringkasan’ pemikiran Anies. Di bawah ini disajikan secara lengkap.
Anies Baswedan Kaya Gagasan untuk Memajukan Kesejahteraan Umum
Salah satu kelebihan Anies Baswedan, calon Presiden RI dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), banyak gagasan mencerahkan dan menyadarkan yang dikemukakan dalam berbagai kesempatan. Ia selalu mengemukakan gagasan baru sesuai kebutuhan masyarakat di kota ataupun di desa.
Tidak saja gagasan utopis, tetapi gagasan yang bisa diwujudkan untuk memajukan kesejahteraan umum dan keadilan sosial dan sebagian telah diamalkan sewaktu Anies memimpin DKI Jakarta 2017-2022.
Sebagai contoh, Anies ketika menjadi narasumber pada acara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Anies mengemukakan 4 (empat) prinsip untuk kota di masa depan: layak huni, asri, adil, maju. Kira-kira 4 (empat) itu yang kita ingin lakukan ke depan,” terang Anies, dikutip KBA News di kanal Youtube Metro TV, Kamis 13 Juli 2023.
Baca juga: Persik Kediri Hadapi Persib Bandung Dalam Kondisi Tekanan Besar, Perlu Dukungan Dan Motivasi Tinggi
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu menjelaskan lebih detail terkait empat prinsip kota masa depan yang digagasnya. “Layak huni" artinya airnya bersih, baik, papannya tersedia, tempat tinggalnya tersedia dengan layak. Kemudian "asri" lingkungan hidupnya baik, bersih, banyak ditumbuhi pepohonan, dan jauh dari pencemaran.
"Adil" artinya ada kesetaraan kesempatan dari mulai pendidikan, kesehatan, sampai dengan kegiatan keagamaan. "Maju" dalam artian kita terus menerus membuat kota kita kota yang memfasilitasi modernisasi di kota ini,” kata Anies.
Untuk mencapai konsep kota masa depan dengan empat prinsip di atas, Anies Baswedan menunjukkannya dengan enam rute. “Akselerasi, transportasi, pemerataan perguruan tinggi, relasi urban dan rural yang saling menguatkan, minimalisasi beban administrasi/pelaporan dari Pemda. Pemerintah Pusat harus menjadi pemercepat kolaborasi antardaerah. Ini enam hal yang kami rasa perlu dikerjakan untuk kota-kota di Indonesia yang akan datang,” ujar Anies.
Baca juga: Babe Haekal Dukung Politik Jalan Tengah Prabowo, Karena untuk Satukan Bangsa yang Terpolarisasi
Desa Lumbang Pangan Asia
Anies Baswedan, Calon Presiden dari NasDem, Demokrat dan PKS, pada saat menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas)
Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) di Balairung Universitas Jambi, Rabu, 26 Juli 2023, mengemukakan gagasan briliannya sesuai kebutuhan bangsa Indonesia diantaranya menjadikan desa sebagai lumbung pangan Asia.
Di tengah ancaman kelangkaan dan naiknya harga pangan di dunia, amat penting mewujudkan desa sebagai lumbung pangan Asia.
Setidaknya ada 5 (lima) alasannya. Pertama, untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri secara pangan, tidak tergantung pada negara lain. Kedua, untuk mewujudkan pemihakan dan keadilan kepada para petani yang sejak Orde Baru sampai di era Orde Reformasi tidak dijadikan sebagai subyek untuk menjadi motor penggerak keadilan dan pemerataan di desa.
Ketiga, untuk mewujudkan kemakmuran bagi semua khususnya petani, yang selama 78 tahun Indonesia merdeka, nasib mereka tidak berubah dari miskin menjadi makmur sesuai tujuan Indonesia merdeka. Keempat, untuk menyetop devisa kita lari ke negara penghasil pangan.
Kelima, untuk menyetop permainan kotor dalam impor pangan yang hanya memperkaya importir dan pejabat.
Keenam, untuk mewujudkan salah satu tujuan Indonesia merdeka yaitu memajukan kesejahteraan umum.
Kesaksian Kepala Desa
Asyuro, Kepala Desa Mersam, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, pada saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) di Jambi berharap banyak pada Anies jika kelak terpilih menjadi Presiden RI.
Menurutnya gagasan kesetaraan dan keadilan yang kerap disampaikan Anies dalam beberapa kesempatan, menjadi harapan besar semua orang. Ini harus diterapkan dalam konsep pembangunan desa di seluruh Indonesia.
Anies ingin jadikan desa sebagai kekuatan untuk pembangunan bangsa. Ada tiga yang harus dilakukan dalam gagasan pembangunan desa yaitu "peningkatan dana desa, otoritas belanja yang sesuai dengan kebutuhan desa, dan pendampingan desa yang profesional." Menurut Anies, desa harus menjadikan lumbung pangan nasional. (*)
(Winoto Anung)
