HELOINDONESIA.COM - Menjelang Pemilu 2024, tempat keramat di sejumlah tempat di wilayah Blitar termasuk makam Bung Karno banyak di datangi masyarakat dan para Caleg (Calon legislaitif).
Seperti kita ketahui bahwa wilayah Blitar merupakan kabupaten yang memiliki candi terbanyak di Jawa Timur dan tempat keramat yang sering menjadi jujukan warga.
Beberapa tempat keramat yang ada di Blitar antara lain Telaga Rambut Monte di Desa Krisik, Gandusari, Kabupaten Blitar, Candi Penataran maupun makam Bung Karno.
Makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sananwetan Kota Blitar misalnya selalu menjadi magnet para calon legislatif (Caleg) menjelang Pemilu.
Baca juga: Kasus Penganiayaan Hingga Tewas Pelajar MTsN di Blitar Gara-gara Ketersinggungan Ditanya Teman
Khusus para calon anggota dari DPRD Kota/Kabupaten hingga DPR-RI, berdatangan untuk berdoa dan berziarah di makam Proklamator tersebut.
Namun tradisi ziarah ini sebenarnya lumrah dilakukan merupakan ritual yang kebanyakan dilakukan oleh masyarakat kita.
Namun jika dalam ziarah itu nyatanya ada beberapa politisi yang menunjukkan perilaku aneh-aneh.
Seperti membawa dupa dari rumah, untuk dibakar saat memanjatkan doa di pusara Bungkarno.
Baca juga: Manajemen Arema Ngebet Pindah Homebase, Selain Gajayana Dulu Pernah Disebut Stadion Supriadi Blitar
Ada juga yang membawa bunga khusus dari rumah untuk ditaruh di atas pusara Bung Karno, meskipu di lokasi juga banyak penjual bunga, namun mereka tidak berkenan dengan bunga dagangan itu.
Kepala Bidang Pengelolaan Kawasan Wisata Makam Bung Karno Dinas Pariwisata Kota Blitar, Mochamad Syafa’at kepada wartawan di Blitar mengatakan banyak politisi di makam Bung Karno melakukan ritual khusus, meskipun inti dari ritual itu sebenarnya adalah doa.
"Beberapa meminta imam untuk membantu dalam doa, sementara yang lain memilih membawa dupa atau bunga sendiri," kata Syafa'at seperti lansir beritajatim.com.
Baca juga: Polres Blitar Kota dan Pacitan Langsung Hapus Penyebab Pemohon SIM Tidak Lulus, Dengan Ganti Leter S
Tak hanya politisi lokal yang mendatangi Makam Bung Karno, banyak politisi nasional juga berdatangan.
Bahkan dalam berdoa sejumlah tokoh politik juga meminta bantuan seorang imam di makam Bung Karno, namun ada beberapa di antara mereka berdoa sendiri.
Begitu juga dengan pilihan waktu ziarah juga berbeda-bebeda, ada yang pagi sekali, siang hingga malam hari.
Menurut Syafa'at tidak sedikit di antara para Caleg yang memilih ziarah saat malam hari, karena dia anggap lebih khsusuk.
Namun ada beberapa yang memilih siang atau, sewaktu-waktu tergantung dia sedang berada dimana, karena acara ziarah bersamaan dengan acara partai misalnya.
"Beberapa memilih berziarah saat malam hari, menganggapnya lebih khusyuk karena suasana hening dan minim gangguan dari pengunjung lainnya," tambahnya.
Banyaknya ritual yang aneh-aneh Syafa'at tidak mempermasalahkan selama mereka tidak melakukan perusakan atau mengganggu ketertiban makam.
Karena itu semua tergantung pribadi dan kebiasaan mereka masing-masing sesuai keyakinan mereka.
Banyak para Caleg yang ziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar berasal dari berbagai daerah, termasuk dari luar Jawa Timur.
Meskipun status mereka sebagai Caleg, mereka tidak mencantumkan afiliasi partai politik dalam buku pendaftaran, namun terlihat dari atribut yang dikenakan.
Baca juga: Alternatif Homebase Arema Selain Stadion Gajayana, Juga Sempat Melirik Stadion Supriadi Blitar
Banyak di antara mereka datang rombongan atau datang secara individu, atau dengan keluarga kecil.
Para Caleg yang datang berkelompok biasanya datang dari luar kota, provinsi hingga luar pulau.
"Meskipun beberapa dari mereka mengenakan atribut partai politik, pertanyaan apakah mereka adalah Caleg atau bukan, tetap tidak diajukan untuk menjaga etika," jelasnya
Menurutnya Makam Bung Karno adalah salah satu destinasi yang sering dikunjungi oleh tokoh politik selama masa Pemilu.
Baca juga: Gaet PKB untuk Duet Anies-Cak Imin, Penciuman Politik Surya Paloh Luar Biasa
Ini bukan hanya dilakukan oleh Caleg lokal, tetapi juga oleh keturunan Bung Karno yang aktif di partai politik.
Mereka datang ke makam presiden pertama Republik Indonesia ini untuk berziarah, dan berdoa di makam Bong Karno dan keluarganya.
Tak hanya di makam Bung Karno, sejumlah tempat keramat lain juga kerap menjadi ritual untuk mendapatkan kemenangan dalam Pemilu.
Menurut Suhendro Winarso, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar mengatakan banyak tempat keramat di datangi karena untuk memperoleh kesuksesan dalam Pileg 2024.
“Saya kira hampir semua tempat ya, Blitar itu memang kabupaten yang memiliki candi terbanyak di Jawa Timur, tapi kalau data validnya kami tidak mantau, tapi dengar-dengar beberapa orang sudah datang,” jelasnya kepada wartawan di Blitar.
Seperti di Telaga Rambut Monte, menurut informasi sudah ada sejumlah Caleg yang datang di telaga itu untuk melukan ritual.
Di tempat itu biasanya mereka melakukan ritual mandi di telaga itu, tenpat ini sudah umum digunakan oleh para Caleg dan umat Hindu setiap tahunnya.
Baca juga: PKS : Kami Masih Berharap Demokrat Tetap Berada di KPP Mengusung Anies
Selain itu juga di Candi Penataran, yang merupakan lokasi peninggalan kerajaan Majapahit merupakan lokasi yang sering digunakan meditasi para Caleg sebelum Pemilu.
Dari data kunjungan memang tidak mencantumkan statusnya, namun bisa diketahui dalam pembicaraan mereka yang menunjukka mereka politisi sedang menjadi Caleg. **
