Helo Indonesia

Terungkap, Gaji Diplomat Indonesia Sudah 12 Tahun Belum Naik DPR Sedang Perjuangkan

Winoto Anung - Nasional
Selasa, 5 September 2023 07:30
    Bagikan  
Dave Akbarshah Fikarno Laksono,
dpr.go.id

Dave Akbarshah Fikarno Laksono, - Dave Akbarshah Fikarno Laksono, Anggota Komisi I DPR (Foto: Farhan/nr)

HELOINDONESIA.COMTerungkap bahwa, sudah 12 tahun, gaji dan tunjangan diplomat Indonesia di luar negeri belum naik. Hal itu juga tercakup pegawai Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)  baik staf lokal maupun staf lain yang ada di seluruh KBRI Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komisi I DPR RI Sturman Panjaitan saat rapat membahas pagu anggaran dengan Kementerian Luar Negeri  (Kemenlu), belum lama ini.

Hal itu juga tercakup pegawai Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)  baik staf lokal maupun staf lain yang ada di seluruh KBRI Indonesia.

“Padahal setiap tahun itu harga harga dan tingkat inflasi tinggi di luar negeri. Bayangkan saja kalau mereka datang (ke suatu negara) kalau 12 tahun yang lalu bisa di dekat KBRI, di kota, (bisa) untuk sewa rumah,” kata Sturman.

Baca juga: Gerindra Sebut Perlu Pertemuan Dengan Demokrat Untuk Berkoalisi Usung Prabowo

“Sekarang, mereka harus 1 jam (jarak perjalanan) di luar sana untuk bisa masuk ke kantor karena sudah tidak terjangkau lagi,” jelas Sturman.

Selain itu menurutnya, Kemlu merupakan etalase Indonesia di luar negeri. Sehingga dirinya berharap diplomat-diplomat Indonesia mendapatkan dukungan. Sehingga, mereka tidak masih sibuk fokus memenuhi urusan perutnya, di sisi lain ada usaha-usaha diplomasi di negara lain yang harus dipenuhi.

“Harus kita support agar mereka tidak memikirkan perutnya. Tapi memikirkan bagaimana membuat suasana berbisnis, berdagang, berdiplomasi dengan negara lain dengan baik. Itulah yang kita harapkan, Walaupun kita tahu dan sadar bahwa kementerian, pemerintah belum mampu memenuhi semua kebutuhan mereka,” tandasnya.

Baca juga: Nasdem Klaim Demokrat Sudah Dikabari Penetapan Cak Imin : Sampai Dinihari AHY Nggak Respon

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR lainnya, yakni Dave Akbarshah Fikarno menilai kenaikan pagu indikatif anggaran yang diajukan oleh Kemlu dengan yang disetujui Kementerian Keuangan jomplang jauh.

Pasalnya, kebutuhan anggaran Kemlu berkisar Rp16 triliun, namun yang disetujui hanya Rp8,5 triliun.

“Kalau dikatakan hanya alasan kondisi keuangan negara segala macam ya ini Kemlu Itu kan dituntut untuk menjadi first line up defense-nya untuk pemasaran produk Indonesia,” ujar Dave.

Baca juga: Selalu Pamer Gaya Hidup Sosialita, Selebgram Cantik Ini Ternyata Mucikari Wanita

Jadi memberikan peningkatkan kesejahteraan bagi diplomat kita, memberikan anggaran yang cukup untuk melakukan kegiatan-kegiatan itu sudah suatu kebutuhan yang riil,” tambah Dave.

Politisi Partai Golkar itu berharap, penambahan anggaran itu ke depannya dapat terealisasi. Sehingga, perwakilan Indonesia di luar negeri dapat melakukan kegiatan diplomasi yang dapat diambil dari pos anggaran manapun.

“Sehingga semua peran-peran dan pos pemerintah itu benar-benar terpenuhi dan juga wibawa bangsa Indonesia tetap meningkat di dunia ini,” ujarnya.

Baca juga: Ketum Kadin Arsjad Rasjid Ditunjuk Jadi Ketua Tim Pemenangan Ganjar

Ia menilai bahwa penambahan anggaran yang dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan diplomat Indonesia menjadi perlu. Oleh karena jika dilihat dari ekonomi global, biaya hidup di luar negeri semakin meningkat.

“Sementara kita memiliki ribuan baik itu diplomat ataupun staf lokal kita yang bekerja di sana. Tentu kita harus perhatikan bahwa mereka itu memiliki kehidupan yang layak.  Kenapa? karena ini berkaitan dengan performance mereka,” terang Dave. (**)