HELOINDONESIA.COM - Direktur Eksekutif Lembaga Pantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu minta Gubernur DKJ, Pramono Anung Wibowo segera membentuk Panitia Seleksi (Pansel) calon kandidat Sekretaris Daerah (Sekda) H. Marullah Matali yang akan pensiun tahun 2025 ini.
Baca juga: Langkah Konkret Lestarikan Sejarah, Rumah Daswati Didorong Jadi Cagar Budaya
Desakan tersebut diungkapkan Victor Irianto Napitupulu saat diwawancarai Wartawan di Kebon Sirih Raya pada l, Kamis (4/9/2025) sore.
Baca juga: Pemkab Mesuji Gelar Pasar Murah,di Desa Sungai Buaya
Menurut Victor, pemilihan Sekda sudah diatur ketat dalam Peraturan Presiden (PP) dan Peraturan Kementerian Dalam Negeri, dengan syarat utama calon harus seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca juga: Bupati Tubaba Lantik 13 Pejabat, 9 Penyegaran 4 Pengukuhan Jabatan
Hal tersebut, kata Victor sangat penting untuk transparansi dalam menentukan calon Sekda, baik melalui pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) maupun mekanisme penunjukan langsung.
Baca juga: Polres Mesuji Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
"Publik masih bertanya-tanya apakah orang pertama di Balai Kota Jakarta ini sungguh-sungguh membentuk Pansel untuk menjaring calon Sekda, atau justru langsung menunjuk dari lingkungan Pemprov," ujarnya.
Baca juga: Inspektorat Pesawaran Sebut Guru Viral di Medsos Alami Gangguan Jiwa
"Informasi yang berredar, rencana awal Gubernur Pramono memang mengajukan dari internal ASN DKJ. Tapi sebaliknya, melirik kandidat dari luar. Ini yang harus diluruskan sehingga tidak menimbulkan spekulasi," imbuhnya.
Baca juga: Disdikbud Pesawaran Bahas Sanksi Guru Viral di Medsos
Strategi pembentukan Pansel, lanjut Victor menjadi langkah ideal dalam proses pemilihan Sekda, objektif, akuntabel, dan menghindari kecurigaan kepentingan politik.
Baca juga: 7 Penyebab 49 Juta Orang Indonesia Mengalami Gangguan Mental, Aromaterapi Obatnya!
"Karena Sekda itu motor penggerak birokrasi, jadi harus dipilih dengan proses yang transparan. Makanya, kita dorong Gubernur Pramono untuk segera membentuk Pansel sehingga seluruh kandidat bisa bersaing sehat berdasarkan rekam jejak maupun kompetensi," paparnya.
Baca juga: Doa Bersama dan Ikrar Damai Wujudkan Tanggamus yang Aman
Berikut nama-nama pejabat eselon I dan eselon II yang layak sebagai kandidat Sekda versi LP2AD diantaranya, Edy Junaedi Harahap Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal di Kementerian Investasi/BKPM. Sri Haryati sebagai Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PUPR RI. Lalu Joko Agus Setyono (Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi).
Baca juga: Arinal Ketanggor Kasus PT LEB, Kejati Sita Rp38 Miliar dan Masih Diperiksa
Selain itu, Sigit Wijatmoko (Aspem Sekdaprov, Ali Maulana Hakim (Askesra Sekdaprov), dan Andri Yansyah (Kadis Pora). Selanjutnya, Budi Awaluddin (Kadis Kominfotik), Bayu Megantara (Kadis Gulkarmat), Satriadi Gunawan (Kasatpol PP), Uus Kuswanto (Wali Kota Jakarta Barat), Arifin (Wali Kota Jakarta Pusat), Munjirin (Wali Kota Jakarta Timur), dan
Faisal Syafruddin (Kaban Aset).
Baca juga: Lentera Cinta, Merekam Jejak Budaya dan Kepedulian Sosial di Desa Timbulsloko Demak
Kemudian, Dhany Sukma (Inspektur), Nasruddin Djoko Surjono (Kadis Pusip), Modhamad Miftahullah Tamary (Kadis Kebudayaan), Syaefulloh Hidayat (Kaban BP BUMD), Nahdiana (Kepala Dinas Pendidikan), Isnawa Adji (Kepala BPBD), Michael Rolandi C Brata (Kepala BPKD), dan Suharini Eliawati (Asperkeu Sekdaprov).
Baca juga: Pastikan Lulusan Punya Peluang Karier, USM Gelar Campus Hiring 2025
"Nama-nama pejabat ini saya kira sangat layak diberikan kesempatan sama oleh Gubernur Pramono, jika memang Pansel dibuka," kata Victor.
Baca juga: Bupati Tika Sebut Kebijakan 5 Hari Sekolah Tidak Pas Diterapkan di Kendal
Ditambahkannya, jka pada akhirnya Gubenur Pramono memilih tidak membuka Pansel, sebaiknya tetap tiga nama kandidat kuat yang diajukan sebagai kandidat Sekda.
Baca juga: Pengurus HIPMI Lampung Nonaktifkan Pengurus Terjaring Pesta Narkoba
"Tiga nama kuat ini perlu juga dipertimbangkan seperti, Askesra Sekdprov Ali Maulana Hakim, Aspem Sekdaprov Sigit Wijatmoko, dan juga Wali Kota Jakarta Timur Munjirin," ungkap Victor.
Baca juga: Pengalaman di Humas, Heriansyah Ikut Lelang Jabatan Diskominfotik Balam
Victor berharap, transparansi dalam proses seleksi akan berdampak besar terhadap kepercayaan publik. Oleh karena itu. Sekda yang diusulkan Gubenur Pramono adalah figur yang tepat, tidak hanya punya kemampuan akademik, administratif, dan wawasan yang luas. Tapi, juga figur yang inklusif, mudah berkomunikasi, serta dekat dengan semua pihak.
Baca juga: Bupati Elfianah Lantik Sekda Definitif Budiman Jaya
"Jangan sampai pola lama yang penuh rumor itu kembali tarik-menarik untuk kepentingan sehingga terulang lagi. Ingat Jakarta butuh Sekda yang profesional, loyal, dan memahami kultur birokrasi," beber Victor.
Baca juga: Bupati Elfianah Lantik Sekda Definitif Budiman Jaya
Berikut catatan karir, Sekda Marullah Matali yang akan pensiun tahun 2025 ini. Marullah mengawali kiprahnya di birokrasi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1996.
Baca juga: Besok Demo Lagi, Seruan Aksi Rakyat Menggugat, GEBRAK Gulirkan 5 Tuntutan Prioritas
Marullah Matali kelahiran 27 November 1965 adalah seorang birokrat berkebangsaan Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Sekda sejak 8 November 2024.
Baca juga: Sekdaprov Marindo Kunjungi Rumah Korban Tewas Tertima Pohon Roboh
Sebelumnya ia pernah mengemban jabatan tersebut dari 2021 hingga 2022. Ia mengawali kariernya di Pemprov sejak 1996 dan pernah menduduki beberapa posisi strategis di pemerintahan, di antaranya sebagai Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan dari 2018 sampai 2021 dan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata dari 2022 hingga 2024.
Baca juga: Tak Terima Vonis Hakim, Keluarga Korban Tewas Kecelakaan Ribut di PN Gunungsugih
Marullah juga pernah mengemban amanat sebagai Asisten Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Kepala Biro Pendidikan dan Mental. Kehidupan awal Marullah lahir di Pondok Labu, Kawedanan Kebayoran pada 27 November 1965. Ayahnya, Haji Matali bin Rasyid adalah seorang budayawan Betawi yang turut mengembangkan seni bela diri asal Pondok Labu, yakni Cacag Lembang. (*/is) ***