DEMAK, HELOINDONESIA.COM - Desa Tilbulsoko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, kini tak lagi seperti era tahun 2000-an yang mana hamparan sawah, tambak, kebun, dan lambaian pohon kelapa membentang di sepanjang jalan desa. Kehidupan warganya senantiasa makmur dan sejahtera berkat hasil bumi.
Kini suasana tersebut tinggal kenangan, kampung berubah drastis. Tilbulsloko berubah menjadi kisah kampung di atas laut.
Hal inilah yang mendorong komunitas seniman yang tergabung di Santri Bar Ngaji Mangan (Bajingan) di bawah asuhan Rois Syuriah PW NU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh tergerak menggelar kegiatan bertajuk ''Lentera Cinta, Merekam Jejak Budaya dan Kepedulian Sosial Desa Timbulsloko'' pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Baca juga: Bupati Tika Sebut Kebijakan 5 Hari Sekolah Tidak Pas Diterapkan di Kendal
Menurut Ketua Panitia, Beno Siang Pamungkas bahwa kegiatan ini sebagai wujud kepeduliaan para seniman terhadap kondisi yang menimpa warga Timbulsloko Sayung Demak.
“Kami hadir disini dengan para seniman menggelar pementasan seni dari grup Kuakab, pembacaan puisi, monolog, melukis, dan pembagian doorprize untuk warga,” ungkap penyair dan jurnalis itu.
“Seniman yang terlibat pada gelaran Lentera Cinta ini antara lain Lusi Maulid Ndalu, Agung Wibowo, Slamet Unggul, Mere Nauval, Roely Slamet, Sholeh Ibnu, dan lain-lain,” tambahnya.
Sementara tokoh masyarakat Timbulsloko Kiai Shobirin mengatakan bahwa dulu Desa Timbulsloko lohjinawi, bahkan orang dariluar Sayung seperti dari Gajah, Trengguli banyak yang mencari nafkah di desa ini.
Dia mengungkapkan, awal desa Timbulsloko tenggelam 50 cm, banyak warga yang bersekolah maupun kerja di pabrik jika pulang jalan kaki 1,5 KM dan harus membersihkan dan menguras rumah setiap hari.
Baca juga: Pastikan Lulusan Punya Peluang Karier, USM Gelar Campus Hiring 2025
Hal ini, kata dia, menyebabkan mushola dan masjid juga sepi karena untuk keluar rumah sudah susah karena menginjak kepiting, ular maupun binatang laut lainnya.
“Alhamdulillah saat ini berkat bantuan dari para donator baik perseorangan maupun Lembaga seperti Lazisnu, masjid/mushola kembali berfungsi dengan baik karena sudah ada jembatan menuju masjid, akses jalan juga sudah dibangun dengan jembatan kayu, madrasah apung juga dapat bantuan dari NU sehingga anak-anak bisa sekolah dan mengaji dengan nyaman,” tambahnya. (Aji)
