HELOINDONESIA.COM - Dampak dari akar pohon menjalar ke dalam saluran air, saluran di sepanjang 230 meter terletak di, Jalan Mangga Dua Dalam RW 012 Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus) jadi rusak.
Baca juga: Sabtu Lusa, Supari Dilantik Jadi Rektor USM Periode 2025–2029
Untuk memperbaiki saluran rusak tersebut, belasan pasukan biru Satuan Tugas (Satgas) Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Sawah Besar diterjunkan ke lokasi.
Baca juga: Petinju Jateng Torehkan Prestasi Gemilang, Sabet 3 Emas di Kejurnas Palu
Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Sawah Besar Yusuf Sumardani mengaku, pengerjaan perbaikan saluran rusak itu diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2025.
Baca juga: Seni Meracik Aromaterapi, Bisa Dieksplorasi Sesuai Keinginan dan Kebutuhan
"Saluran rusak tersebut karena dampak dari akar pohon yang menjalar ke dalam saluran air. Usulan perbaikannya pada tahun ini, kita kerjakan langsung. Mulai kerja awal bulan September kemarin," ucap Yusuf, Kamis (30/10/2025) sore.
Baca juga: BP4 Jateng Diharapkan Hadir untuk Tumbuhkan Keluarga Utuh dan Sakinah
Lanjut Yusuf menerangkan, perbaikan normalisasi saluran demgan lebar saluran 60 cm kedalaman 1 meter ini meliputi dua sisi sepanjang 230 meter.
Baca juga: Dapur Umum Dinsos Jateng Siapkan 3.000 Porsi Makan untuk 1.500 Pengungsi Banjir
"Pengerjaan perbaikan saluran itu menggunakan cor beton jepit dibantu peralatan manual komplit pasukan biru seperti, ember, gerobak celeng, breaker, zenset, kampak, dan kendaraan Damtruk untuk mengangkut plat penutup saluran," jelasnya.
Baca juga: DPRD Jateng Ingin Kota Semarang Lepas dari Banjir Tahunan
Ditambahkan Yusuf, meskipun banyak hambatan dalam perbaikan saluran diantaranya banyak akar pohon di dalam saluran. Selain itu, lapak-lapak parkir dan pedagang. Namun masih bisa diatasi.
Baca juga: Harmoni Budaya Wonosobo: Kolaborasi Wayang, Bundengan, dan Tarian Khas
"Saluran yang akan rapi pada akhir bulan Oktober ini bisa dipelihara. Saya imbau karena saluran bagian dari Fasiltas Umum (Fasum) tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan lapak-lapak parkir maupun pedagang," imbuhnya.
Baca juga: Pertama Kali, Tim Bola Basket USM Bawa Pulang Dua Piala Liga Mahasiswa 2025
"Alhamdulillah sekarang lewat jalan di sini jadi lebar dan rapi karena saluran air tertutup dengan rapi," ucap Pandi (46) warga Kecamatan Sawah Besar. Ia berharap, Fasum saluran yang sudah rapi ini tidak dimanfaatkan atau digunakan jadi lapak parkir dan pedagang. (*/is) ***