Helo Indonesia

Harmoni Budaya Wonosobo: Kolaborasi Wayang, Bundengan, dan Tarian Khas

Kamis, 30 Oktober 2025 16:14
    Bagikan  
Harmoni Budaya Wonosobo: Kolaborasi Wayang, Bundengan, dan Tarian Khas

HARMONI: Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan kembali menampilkan kekayaan budaya daerah dalam sebuah persembahan istimewa bertajuk “Harmoni Budaya Wonosobo’’ di TMII Jakarta. Foto: Dok

WONOSOBO, HELOINDONESIA.COM -Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) akan kembali menampilkan kekayaan budaya daerah dalam sebuah persembahan istimewa bertajuk “Harmoni Budaya Wonosobo”. Event ini akan dilaksanakan pada Minggu, 16 November 2025 pukul 10.00 WIB di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, Kamis (30/10/2025), menyampaikan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan keindahan budaya dan potensi ekonomi kreatif Wonosobo kepada masyarakat luas.

“Kami ingin menghadirkan wajah Wonosobo yang kaya akan nilai budaya dan kreativitas masyarakatnya. Melalui kolaborasi seni ini, kami berharap penonton dapat merasakan harmoni antara tradisi dan inovasi yang menjadi ciri khas Wonosobo,” ungkap Fahmi.

Pertunjukan tersebut akan menampilkan kolaborasi antara Wayang, Bundengan, dan Tari Khas Wonosobo dalam satu panggung yang memukau. Sinergi tiga unsur budaya ini menggambarkan filosofi kehidupan masyarakat Wonosobo yang penuh semangat, selaras dengan alam, serta berakar kuat pada tradisi lokal.

Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga akan diisi dengan mini pameran lukisan dari seniman lokal serta pameran produk unggulan UMKM Kabupaten Wonosobo.

Potensi Daerah

Melalui pameran ini, pengunjung dapat mengenal lebih dekat beragam hasil karya dan produk khas Wonosobo, mulai dari kriya, kuliner, hingga olahan kreatif berbasis kearifan lokal.

Fahmi menambahkan, partisipasi Wonosobo di Anjungan Jawa Tengah TMII menjadi bentuk nyata komitmen dalam mempromosikan potensi daerah, sekaligus memperkuat jejaring antar pelaku seni dan budaya di tingkat nasional.

“Wonosobo tidak hanya memiliki keindahan alam seperti Dieng, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang kuat dan kreativitas masyarakat yang luar biasa. Inilah yang ingin kami tampilkan di panggung TMII,” ujarnya.

Dengan mengusung semangat “Rasakan Kemegahan Budaya, Semarak Seni, dan Hangatnya Kebersamaan,” kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ajang apresiasi dan kebanggaan bagi masyarakat Wonosobo serta seluruh pecinta seni dan budaya di Indonesia.

Mari hadir dan menjadi bagian dari perayaan budaya Wonosobo yang penuh makna dan kebanggaan di Anjungan Jawa Tengah, TMII — Minggu, 16 November 2025, pukul 10.00 WIB.

Warisan Budaya

Fahmi Hidayat menambahkan informasi mengenai capaian penting daerah dalam bidang pelestarian budaya.

Kabupaten Wonosobo berhasil mencatatkan tiga karya budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2025, yakni:

* Mie Ongklok (Domain: Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional);

* Wayang Kedu Gagrag Wonosaban (Domain: Seni Pertunjukan);

* Tradisi Ambeng Desa Tieng (Domain: Adat Istiadat Masyarakat, Ritus dan Perayaan-Perayaan);

Penetapan ini dilakukan melalui sidang penetapan Warisan Budaya Takbenda yang digelar pada 5–11 Oktober 2025 di Jakarta.

Sebelumnya, proses usulan Mie Ongklok dan Wayang Kedu Gagrag Wonosaban sempat ditangguhkan selama dua tahun hingga dilakukan pembaruan kajian selama 1,5 tahun.  Setelah seluruh persyaratan dan dokumen pendukung dilengkapi, kedua karya budaya tersebut kembali diusulkan bersamaan dengan Tradisi Ambeng Desa Tieng.

Setelah melalui proses panjang dan evaluasi mendalam, ketiga karya budaya tersebut akhirnya resmi diakui oleh negara sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia, yang telah eksis dan diwariskan lintas generasi di Kabupaten Wonosobo.

Fahmi menegaskan, penetapan ini menjadi wujud pengakuan atas keberlanjutan tradisi serta dedikasi masyarakat dalam menjaga warisan budaya leluhur.

“Melalui penetapan ini, kami berharap kelestarian budaya lokal tetap terjaga dan dapat menjadi faktor pembentuk identitas serta jati diri masyarakat Wonosobo yang berbudaya,” tutupnya. (Dimas)