✕

Menko Mahfud MD Ajak Pesantren Tak Jauhi Pemerintah, Jangan Konfrontatif Terhadap Negara

Kamis, 13 Juli 2023 05:30
Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Instagram / @mohmahfudmd) Instagram / @mohmahfudmd

HELOINDONESIA.COM - Menko Polhukam Mahfud MD memberikan pidato kunci pada Halaqoh Ulama Nasional, Rabithah Maahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jatim, Rabu siang 12 Juli.

Hadir pada acara itu Ketua Umum PBNU, Sekjen PBNU, para pengurus dan tokoh NU seperti Masdar Farid Mas’udi, Ulil Absar Abdallah dan lain-lain. Mereka di forum ini bersama tuan rumah pimpinan Ponpes Sunan Drajad, KH Prof Dr. Abdul Ghofur.

Menurut Mahfud MD, seperti dituliskannya di Instagram, acara yang dihadiri utusan pondok pesantren NU dari seluruh Indonesia ini berlangsung meriah dengan mengusung tema Menyambut Peradaban Baru, Menguatkan Pesantren dan Revitalisasi Kitab Kuning.

“Saya bicara tentang keberadaan pesantren, dan bagaimana santri serta umat Islam memandang negara. Saya sampaikan, umat Islam dulu memang dipandang sebelah mata, lembaga pendidikannnya dianggap kelas dua atau kelas tiga, tapi kini umat Islam telah mengalami mobilitas sosial naik,” ujar Menko Mahfud MD seperti dikutip dari akun @mohmahfudmd.

Baca juga: Belum Mampu Nyapres, Airlangga Hartarto Akan Digusur Lewat Munaslub Partai Golkar

Dijelaskannya, Institusi pendidikan Islam sekarang sudah sangat maju. Kita sudah punya 27 Universitas Islam Negeri (UIN) yang hebat-hebat, sejajar dan tidak kalah dengan kampus-kampus negeri mentereng. Pemerintah juga sudah menerbitkan UU Pesantren utk mendorong kemajuan pesantren dan pendidikan Islam.

Karena itu, lanjut Mahfud MD, pesantren harus bisa melahirkan sarjana hukum, sarjana ekonomi, sarjana teknik, dan dokter yang hebat-hebat.

“Pesantren tidak boleh melahirkan teroris. Jangan konfrontatif terhadap negara karena menganggap pemerintah bukan Islam,” tegas Menko Mahfud MD.

Baca juga: Kejagung Diminta Gunakan Dukun Kampung untuk Melacak Duit Rp27 Miliar yang Masih Misterius

Selanjutnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengajak para warga pesantren menjadi warga dari sebuah negara yang inklusif dan kosmopolit, ikut memajukan bangsa dan negara.

“Saya mengajak pesantren untuk tidak  menjauhkan diri dari pemerintah, karena pesantren dan santri adalah bagian dari pemerintah. Mari menjadi warga dari sebuah negara yang inklusif dan kosmoplit, bersatu dlm keberbedaan, dan bersama-sama memajukan bangsa dan negara ini,” ujar Menko Mahfud MD. (*)

(Winoto Anung)

Berita Terkini