✕

Gempa Beruntun Hingga 22 Kali Masih Terus Getarkan Tanggamus, Lampung

Rabu, 28 Oktober 2026 20:38
Gempa beruntun di Kabupaten Tanggamus HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Gempa bumi beruntun mengguncang Kabupaten Tanggamus, Lampung, Rabu (28/10/2026). Getaran susulan terjadi hingga 22 kali. Setelah dua gempa utama berselang dua menjt, lalu terjadi berturut-turut 20 kali gempa susulan hingga pukul 16.14 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas kegempaan masih berlanjut hingga malam ini. Menurut PLT Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang, Ana Oktavia Setiowati, gempa pertama terjadi pada pukul 15.22 WIB.

Hasil pemutakhiran BMKG menunjukkan gempa pertama memiliki magnitudo 3,9. Episenternya berada di darat, sekitar 9 kilometer barat laut Tanggamus, dengan kedalaman 4 kilometer.

Belum berselang lama, gempa kedua terjadi pada pukul 15.23 WIB. Gempa ini memiliki magnitudo 4,1, dengan pusat sekitar 6 kilometer barat laut Tanggamus dan kedalaman 5 kilometer.

Dua gempa utama tersebut tergolong gempa dangkal. Berdasarkan lokasi pusat dan kedalamannya, BMKG menjelaskan aktivitas tersebut dipicu oleh pergerakan sesar aktif.

Setelah kedua gempa itu, aktivitas kegempaan terus berlanjut. Hasil pemantauan hingga pukul 16.14 WIB mencatat 20 gempa susulan di luar dua gempa utama yang terjadi lebih dahulu.

Getaran Terasa hingga Pringsewu

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Lampung dengan intensitas berbeda-beda.
Di Kotaagung, getaran mencapai skala III MMI. Pada tingkat ini, guncangan terasa nyata di dalam rumah, menyerupai getaran ketika kendaraan berat melintas.

Sementara itu, getaran dengan intensitas II MMI dilaporkan dirasakan di Kotabumi, Pringsewu, Ulu Belu, Gisting, Sumberejo, dan Kotaagung Timur.

Pada skala II MMI, getaran dapat dirasakan oleh beberapa orang, sedangkan benda-benda ringan yang digantung bisa bergoyang.
Meski terjadi berulang kali, BMKG dalam laporan yang dikutip sejumlah media menyatakan belum menerima laporan kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa tersebut.

Aktivitas Gempa Masih Berlanjut

Gempa susulan masih terdeteksi setelah pembaruan data pukul 16.14 WIB. Sejumlah gempa bermagnitudo kecil hingga menengah kembali tercatat menjelang pukul 19.00 WIB.

Karena itu, angka keseluruhan kejadian perlu merujuk pada pembaruan data BMKG berdasarkan waktu pencatatan yang jelas. Angka yang dilaporkan pada sore hari tidak otomatis menggambarkan jumlah kejadian hingga malam.

Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan melalui kanal resmi BMKG.

Warga juga perlu memperhatikan kondisi bangunan setelah merasakan guncangan. Jika menemukan kerusakan yang berpotensi membahayakan, hindari memasuki bangunan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang. (HBM)

Berita Terkini