Helo Indonesia

Marga Sebut Spirit PON Terbawa ke Cina untuk Jadi Juara Dunia Woodball

Ajie - Olahraga
Jumat, 1 November 2024 16:05
    Bagikan  
Marga Sebut Spirit PON Terbawa ke Cina untuk Jadi Juara Dunia Woodball

Susila Marga Nugraha menunjukkan dua emas dan satu perak di Kejuaraan Dunia

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM  - Siapa sangka, prestasi merebut medali emas di PON XXI Aceh-Sumut menyalakan spirit bagi atlet woodball Jawa Tengah, Susila Marga Nugraha, hingga menjadi juara dunia bertajuk '' 9th World Cup Woodball Championship 2024'' di Shangyu, Cina, 14-21 Oktober lalu.

Marga menyumbangkan dua medali emas untuk Indonesia di nomor stroke men's single, stroke men's team, dan perak di nomor mixed double bersama Siti Mashita. Selain dirinya, dua atlet Jateng lainnya yang meraih emas nomor tim putra yaitu Untung Ariska, dan Aditya Pratama.

''Kunci keberhasilan di kejuaraan dunia, saya kira karena spirit meraih medali emas di PON 2024 masih terasa. Ini yang bikin saya on fire untuk menghadapi Kejurdun, karena tenggang waktu sama PON cuma tinggi,'' kata Marga kepada media, di Semarang, beberapa waktu lalu. Dalam event itu, Indonesia meraih tiga emas, dan dua perak.

Baca juga: Pabrik Master Kids KIK Kendal Alami Kebakaran Hebat, Api Diduga Berasal dari Lantai Dua

Bagi atlet asal Jepara itu, tampil di World Cup adalah untuk yang kedua kali setelah tahun 2018 lalu di Thailand. Karena itu, dia sedikit bisa membaca kekuatan lawan-lawannya.Apalagi dengan adanya media sosial, maka bisa diketahui peserta yang akan tampil.

''Jujur saya bersama teman-teman tampil enjoy dan sangat menikmati. Para pemain top dari Hongkong dan Cina Taipe tak membuat kami gentar. Justru bikin kami tampil lepas dan fokus,'' kata guru di SMPN 2 Jepara itu.

Pasca-kejurdun ini, dirinya sudah harus bersiap diri untuk menghadapi Cina Taipe akhir November. Dari yang dia dengar, PB IWbA akan menggelar Pelatnas di Bandengan Beach Jepara dengan alasan para pemain yang dipanggil mayoritas atlet Jateng.

Ketika disinggung pembibitan woodball di Jateng, Marga melihat cukup istimewa. Sejumlah daerah seperti Jepara, Boyolali, Pekalongan dan Semarang sudah intens mengadakan pembibitan sejak pelajar.

''Dalam event pelajar di Semarang, juaranya justru Pekalongan. Ini isyarat pembinaan dan kaderisasi atlet woodball di Jateng sudah merata,'' pungkasnya. (Aji)